Depkominfo akankah menjadi Depen Baru (dan janji yang diingkari bahkan sebelum Pemilu usai)

•Juni 21, 2009 • 1 Komentar

Ada dua berita yang menarik perhatian saya sore ini dari detik i-net.

Yang Pertama Depkominfo Ingin Bendung Situs Porno dengan Gateway

Tentu kita semua menyadari pentingnya membendung pornografi, tapi cara yang akan diterapkan pemerintah dengan memanfaatkan nasional gateway bisa memancing kerawanan lain, yaitu censorship oleh pemerintah. Jika Indonesia sampai menggunakan national gateway akan sangat mudah bagi pemerintah menggendalikan arus lalu lintas internet yang keluar masuk Indonesia. Kejadian seperti di Cina yang tidak bisa mengakses youtube, di Iran ketika facebook dan youtube lalu twitter ditutup aksesnya oleh pemerintah bisa dilakukan kapan saja dengan berbagai macam dalih.

Setelah kejadian censorship yang dilakukan oleh stasiun-stasiun TV terhadap iklan-iklan Mega-Prabowo, tampaknya pemerintah ingin melangkah lebih jauh dengan melakukan censorship di Internet, jangan-jangan tulisan Ibnu Muslim tentang Efek Politikana dan menyebarnya video-video yang sempat dilarang itu di youtube melalui politikana merupakan salah satu pembenaran untuk censorship ini. Bisa-bisa lain kali kalo ada kejadian yang sama, video yang sudah diunggah ke Youtube diblok sehingga tidak bisa dilihat juga oleh pengguna Internet. Hal ini akan membuat Depkominfo sama dengan Departemen Penerangan di masa lalu yang memiliki kuasa untuk melakukan sensor terhadap berita yang akan diterbitkan. Ketika era sudah berubah ke new media, maka tampaknya pemerintah pun ingin melakukan sensor itu di new media.

Kita harus memperjuangkan hak kita, mari kita tolak bersama-sama penerapan national gateway ini. Masih banyak cara untuk memerangi pornografi tidak perlu ada National Gateway.

Yang kedua adalah soal harga Internet

Masih Ingat janji Tarif Internet Turun 200 persen Tahun ini

Hari ini janji itu pun sudah diingkari Menkoinfo dengan adanya berita di detik “Menkominfo: Tarif Internet Tak Perlu Diatur” kalo sekarang pemerintah mengatakan seperti ini, bagaimana dengan janjinya akan ada penurunan tarif Internet? Dengan tidak adanya aturan dari pemerintah maka penurunan tarif ini semakin sulit terlaksana karena hanya dapat terjadi jika ada belas kasihan dari penyelenggara jasa internet. Lalu bagaimana dengan janjinya?

Iklan

Tanggapan atas iklan “andai aku bukan seorang Indonesia”

•Mei 20, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Melihat sebuah iklan hari ini diharian KOMPAS halaman 5 http://epaper.kompas.com/

Ntah mengapa saya merasa sedih kalimat.

“Masa bodoh dengan menara BCA-nya, yang mengapai mega-mega angkasa atau Grand Indonesia shopping Mall yang menjanjikan seribu satu pengalaman baru atau Kempinski Private Residences yang menghembuskan pesona keindahan nan abadi”

Betapa kita menjual kemewahan, walau saya mungkin termasuk salah satu yang sering menikmati shopping mall itu tapi melihat tulisan seperti ini tersentak hati saya berapa banyak rakyat disekelilingnya yang masih tidak mampu, bahkan untuk membeli secangkir kopi di mal tersebut?

Tampaknya hati kita memang telah mati, tak peduli kita hidup mewah ketika kemiskinan tampak jelas disekeliling kita. Pemilik-pemilik shopping mall adalah raja-raja penguasa baru ketika ruang publik pun diaku sebagai milik pribadi dengan diusirnya blogger yang berkumpul disekitar bundaran HI.

Lalu dia paragraf terakhir

“Tapi aku adalah seorang Indonesia yang pada hari ini bergetar hatinya saat melihat kebanggaan Hotel Indonesia Kempinski sebagai bagian dari Grand Indonesia Shopping Town, selesai dipugar dan dibuka kembali untuk mengumandangkan kejayaan Indonesia Raya.

Aku adalah seorang Indonesia yang percaya negeriku tak pernah takluk oleh zaman. Dan aku percaya bahwa sekecil apapun yang aku lakukan pada negeriku, akan membuat bangsaku semakin besar.”

Hotel Indonesia adalah hotel bintang 5 pertama di Indonesia dan hotel yang penuh sejarah karena berawal dari inisiatif Presiden Soekarno. Sudah habiskah orang pintar bangsa ini sehingga hotel yang penuh sejarah ini harus digandengkan dengan Kempinski? Inikah Indonesia yang harus dibanggakan saat ini, saat situs yang bersejarah pun harus dikontrol dan dikelola oleh asing?

Belum lagi perjanjian yang hanya BOT (build, operate, transfer) tampaknya sudah berubah menjadi pengalihan hak seperti yang diprotes Forum Masyarakat Peduli Aset Negara. (http://www.detiknews.com/read/2009/05/18/114023/1133198/10/mantan-karyawan-demo-tolak-peresmian-hi)

Akan diresmikan hari ini pada hari kebangkitan nasional. Tujuan awal yang menyatakan kebangkitan nasional adalah untuk semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tampaknya kita baru setengah merdeka dan belum merdeka terutama dalam bidang ekonomi, ketika ikon nasional pun harus diikuti nama asing dibelakangnya.

Apa sih isi kontrak PKS? Sampai PKB saja minta diubah

•Mei 1, 2009 • 4 Komentar

Membaca Media Indonesia halaman 3 (maaf saya tidak menemukan artikel online tulisan tersebut tapi bisa dilihat di http://epaper.mediaindonesia.com) hari ini saya bertanya-tanya sebenarnya apa sih isi kontrak PKS yang disampaikan ke Partai Demokrat, sampai PKB melalui Sekjennya Lukman Edy menegaskan, kontrak politik mitra koalisi sebaiknya tidak berdasarkan ideologi. Bahkan, menurutnya, PKS harus mengubah kontrak tersebut.

Dibawah judulnya sebagai pembuka adalah PKS ajukan kontrak politik berisi solusi yang Islami kepada SBY. Setahu saya PKB juga merupakan partai yang Islami dan mempunyai ideologi yang sama dengan PKS yaitu Islam lalu kenapa sampai PKB saja menolak usulan kontrak politik ini?

Pada tulisan itu Tifatul mengatakan agar tidak menutup alternatif-alternatif solusi-solusi yang Islami seperti Bank syariah, tapi selama ini hal itu juga sudah berjalan, kenapa sampai harus ditegaskan ulang?

Tifatul juga menampik bahwa klausal kontrak merupakan inisiasi untuk mengamandemenkan konstitusi yang berlaku saat ini. Kontrak hanya untuk menghindari kejadian masa lampau terulang. Apalagi Yudhoyono merupakan presiden yang berlatar belakang militer pertama pasca reformasi. Apakah PKS melihat bahwa SBY tidak dapat dipercaya dan akan menutup gerak umat Islam? Tapi kalo masalahnya hal ini kenapa PKB justru malah keberatan?

Adakah rekan-rekan yang tahu apa isi kontrak PKS terhadap Partai Demokrat? sehingga kita bisa menilai sendiri.logo_pks_8_even_nasional

Diambil dari tulisan saya di politikana

2033 bagaimana bayarnya?

•April 30, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

hutang

Tertarik melihat tulisan BLBI tadi saya jadi teringat data yang pernah saya baca soal betapa besarnya utang yang ditanggung rakyat kita karena masalah BLBI tadi. Selama ini kita hanya tahu bahwa koruptor BLBI sudah dibebaskan, kabur, tidak selesai masalahnya tapi tahukan berapa besar beban yang ditanggung kita sebagai rakyat untuk menanggung efek beban BLBI tadi?

Sumber informasi utama saya adalah dari situs Direktorat Jendral Pengelolaan Utang dan data yang saya ambil adalah data terakhir dari Perkembangan Utang Negara di sana dapat terlihat bahwa tahun 2033 pemerintah (rakyat Indonesia) harus membayar Surat Utang Negara sebesar 129,34 Trilliun Rupiah ditambah 2,56 hutang luar negeri yang sudah diambil sampai saat ini dan akan jatuh tempo saat itu, ini belum termasuk hutang luar negeri yang akan diambil bangsa ini. Sementara kalo dilihat puncak pembayaran hutang sebelum tahun 2033 adalah 109,58 Trilliun rupiah pada tahun 2012 yang sudah merupakan gabungan SUN dan Hutang Luar Negeri.

Jika kebiasaan berutang pemerintah saat ini yang dalam 4 tahun terakhir berturut-turut berhutang 1,268; 1,310; 1,387; 1,623 Trilliun Rupiah dan untuk tahun 2009 ini sudah dijadwalkan 1,695 Trilliun Rupiah diluar pinjaman yang sudah dicadangkan untuk mengatasi krisis yang belum diambil pemerintah, maka negara ini akan terus dililit hutang yang tidak akan berakhir.

Target pembangunan yang tidak jauh-jauh dari 7% malah tahun ini cuma ditargetkan 4% yang selalu dibanggakan sebagai pertumbuhan yang positif dibandingkan negara tetangga kita seperti Singapore yang kemungkinan pertumbuhannya minus tahun ini (tapi tidak pernah berani meperbandingkan perndapat per kapita Singapore dengan negara kita) tidak akan pernah membawa kemakmuran bagi bangsa ini dan pasti tidak akan cukup untuk membayar hutang bangsa ini sambil terus melanjutkan pembangunan secara stabil.

Bagaimanakah kita akan membayarnya atau para pemimpin kita sudah tidak peduli sebab kemungkinan sebagian besar dari mereka sudah tidak akan menjabat dan berkuasa lagi pada saat itu? atau kita juga tidak perlu peduli pada anak, cucu kita yang nanti harus menanggung hutang tersebut?

Saya sampai berpikir kalo nanti nikah dan punya anak, jangan lahir di Indonesia deh, biar dibawa ke luar dan lahir di sana dapat kewarganegaraan sana biar dia tidak harus ikut menanggung hutang yang sedemikian besar.

Duh, jadi ngga bisa tidur mikiran hutang yang sedemikian besar dan terus bertambah tiap tahunnya.

Ada rekan-rekan yang punya solusi bagaimana cara bayarnya?

ps: copas lagi dari tulisan saya di politikana

Kebenaran sering hanya dipandang dari satu sisi

•April 29, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

The truth is rarely pure and never simple.” Oscar Wilde

Menarik melihat gerakan penolakan atas beberapa capres/cawapres saat ini ada gerakan penyebaran gambar sebagai profil ada yang memanfaatkan statusnya di facebook ada yang berbagi link ke tulisan-tulisan yang menjatuhkan calon-calon tertentu. Tapi yang lucu adalah sangat sedikit yang mencoba menulis dengan objektif dan berimbang, semua tulisan-tulisan itu cendrung menyudutkan calon tertentu dan mengangkat calon yang lain, yang lebih lucu lagi ketika tulisan itu menyinggung satu peristiwa untuk menjatuhkan beberapa calon tapi dengan sengaja melewatkan nama calon lain yang juga terlibat peristiwa itu.

Kebenaran jika diibaratkan benda seringkali berbentuk bulat dan sulit untuk di mengerti kalo hanya dari satu sisi, itulah mengapa wartawan media konvensional diharuskan mengecek atau melakukan konfirmasi ke sumber berita yang akan ditulis apakah berita yang akan ditulis itu benar atau salah dan sumber berita tersebut mempunyai hak jawab jika dia mau menggunakannya, hal yang hilang di internet saat ini.

Tidak selalu yang dikatakan oleh orang banyak adalah kebenaran atau lebih parah lagi jika kebenaran ini di monopoli oleh penguasa atau pemilik media. Tulisan dan bahan di internet yang semestinya bisa menjadi menyeimbang karena tidak terkena vested interest penguasa atau pemilik media malah cendrung hanya melanjutkan apa yang ada di media konvensional tanpa melihat sisi lain berita tersebut.

Saya hanya mengajak rekan-rekan disini marilah kita berdiskusi dan mencoba melihat kebenaran dari berbagai sisi sehingga kita dapat mengetahui sisi baik dan sisi buruk setiap capres/cawapres dan kita pada akhirnya dapat memilih calon yang benar-benar terbaik dari berbagai segi baik sejarah masa lalu, kemampuan dia saat ini dan akan dibawa kemana kita di masa depan saat dia terpilih.

In Harmonia Progressio

ps: kalo ada yang bisa bikin list kelebihan dan kekurangan dari tiap-tiap calon tentu akan sangat bagus, saya belum bisa membuat ini karena:

1. Mungkin lingkup informasi saya lebih terbatas, rekan-rekan yang wartawan mungkin bisa lebih banyak, saya tahu ada beberapa wartawan atau bekas wartawan di sini.

2. Saya masih pengecut apalagi saat mendengar (saat launching politikana) ada blogger yang pernah digelandang ke kantor polisi karena menulis tentangannya atas kebijakan sang penguasa dan melihat kepolisian saat ini yang sangat gampang memberikan status tersangka.

Tulisan ini adalah copas dari tulisan saya di politikana.com


Teori Konspirasi

•April 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Lihat keputusan Golkar hari ini koq otaknya saya jadi penuh konspirasi teori gini.

Teori pertama:

JK strikes back. Setelah kemungkinannya kecil untuk menjadi calon wakil presiden SBY dan adanya tekanan dari dalam partai Golkar sendiri dari beberapa kelompok lain yang ingin menjadi cawapres juga seperti terlihat saat Ruhut malah memuji-muji Akbar Tanjung secara terbuka, JK melakukan langkah yang sangat tepat ya itu menarik diri dari pembicaraan koalisi dengan Demokrat tepat sehari sebelum rapimnas Golkar dan memainkan emosi para peserta rapimnas bahwa Golkar dilecehkan oleh Partai Demokrat. Tindakan ini tentu akan melenggangkan jalan JK untuk menjadi Capres dari partai Golkar dengan sedikit resistensi karena para peserta rapimnas sudah terbakar emosinya karena merasa partainya dilecehkan dan JK sukses meredam ambisi para pesaingnya yang ingin menjadi cawapres juga.

Teori kedua:

Golkar bermain mata dengan partai Demokrat untuk memastikan bahwa Pemilu Presiden tetap berjalan dan SBY tidak menjadi calon tunggal. Dengan adanya ancaman boikot dari Blok M maka kemungkinan SBY akan menjadi calon tunggal menjadi sangat besar. Ini bisa dilihat kalo SBY akhirnya mengambil calon Wakil Presiden dari partai Golkar juga selain dari kelompok Akbar Tanjung.

ps: Jangan dianggap terlalu serius ya 😀 kebanyakan baca novel Thriller kayanya jadi pikirannya penuh yang kaya gini, ini tulisan dipolitikana, ada beberapa draft tulisan sih tapi mau dipublish banyak pertimbangan jadi kesannya udah lama banget ngga nulis 😀

Kapan sih partai Indonesia bakal kreatif.

•Februari 22, 2009 • 9 Komentar

Membaca artikel di kompas.com dengan judul Facebook belum strategis untuk kampanye di Indonesia saya jadi tergelitik untuk menulis.

Sebenarnya berapa persen masyarakat yang diincar sehingga bisa disebut strategis. 10% masyarakat Indonesia yang ada di Internet menurut saya adalah pasar yang sangat strategis. Ini belum termasuk masyarakat Indonesia yang tidak berada di Indonesia ya, seperti ada 800.000 masyarakat Indonesia di Australia yang tidak pernah memperoleh informasi tentang partai-partai ini, belum lagi dinegara-negara lain. Daripada mesti berkampanye kesana tentu Internet lebih murah.

Sebab masyarakat yang mengakses internet mempunyai ciri yang berbeda, masyarakat di Internet adalah masyarakat yang boleh dibilang lebih berpendidikan, dapat menerima ide-ide baru dan bisa melakukan komunikasi 2 arah dan yang paling penting sebagian besar diantaranya sampai saat ini masih belum menentukan pilihan ataupun Golput sehingga bisa menjadi sasaran kampanye yang sangat efektif.

Jika dimanfaatkan dengan efektif dan melakukan pemasaran secara kreatif di Internet yang didukung juga dengan pemasaran secara nyata di offline maka Internet akan sangat besar pengaruhnya. Jika berhasil mempengaruhi 25% pengguna internet berarti partai itu akan mempengaruhi 2.5% masyarakat Indonesia jangan dilupakan multiplier effectnya jika setiap orang di Internet mempengaruhi 1 orang saja dilingkungannya maka ini berarti sudah 5% masyarakat Indonesia.

Berapa persen partai yang akan mampu mencapai 5% saya rasa 75% partai yang ada tidak akan memperoleh 5%.

Kembali pada judul tulisan, kenapa saya bilang partai tidak kreatif. Sebab mereka yang melakukan kampanye di Internet masih menerapkan pola-pola kampanye di media lama yang berupa satu arah dan tidak komunikatif, tidak ada terobosan-terobosan baru.

Kampanye partai-partai ini di internet masih berupa website standar yang membosankan berisi aggregator berita partainya dari tempat lain, visi dan misi, pemasangan banner-banner di situs-situs yang banyak pengunjungnya.

Sedikit kritik untuk cara kampanye yang dilakukan di internet saat ini:

1. Tidak komunikatif, hanya satu arah, paling banyak hanya menerima pesan dan tidak ada tanggapannya (yang ngga tahu juga dibaca atau ngga), ada satu calon presiden yang punya tim cukup komunikatif tapi ternyata itu tim independen karena tidak didukung partainya walau didukung calon presiden itu sendiri.

2. Websitenya tidak ada yang bisa disebut menarik, interaktif dan menyampaikan pesan yang jelas, kebanyakan hanya berisi kumpulan-kumpulan berita partai. Website partai mestinya menarik orang untuk memilih partai dan ini bisa dilakukan dengan menampilkan secara nyata ditampilan depan apa yang ditawarkan, sementara semua website partai yang saya lihat halaman depannya adalah kumpulan berita.

3. Website jarang diperbaharui dengan menampilkan ide-ide dari partai itu sendiri atau tulisan-tulisan dari para caleg. Yang harus dipentingkan sebenarnya adalah konten website itu sendiri, agar orang melihat mau memilih dan tertarik untuk memilih. Konten dapat sangat mempengaruhi orang untuk memilih.

4. Pemasangan banner-banner tampak seperti spanduk-spanduk dijalanan saja, saya yakin yang mengklik sangat sedikit, salah satu data partai yang saya tahu dari 3.000.000 penampilan hanya diklik 160.000 kali,  cukup lumayan menurut saya tapi sayangnya ketika diklik adalah tampilan web partai yang biasa dan tidak mendukung yang melihat untuk memilih. Ada juga partai yang memasang iklan dalam bentuk rolling page yang menutupi berita, bukan memancing simpati malah memancing antipati sebab menganggu.

Kalo mengutip Marshall McLuhan “Media is The Message” berkampanye dengan Internet akan memberikan pesan secara tidak langsung bahwa partai/calon presiden itu mengikuti perubahan jaman, mengikuti perubahan teknologi mau dan mampu berkomunikasi secara dua arah dengan rakyatnya. Ini adalah yang paling penting dan menjadi pioneer selalu ada bayarannya paling tidak akan mendapat liputan yang sangat luas.

Saran-saran saya untuk partai-partai manfaatkanlah media Internet ini mumpung belum ada batasan-batasannya anda bisa berkampanye sampai hari terakhir pemilihan tidak ada masa tenang di Internet, tidak ada larangan mengirim pesan ke siapa saja. Mengirim email  ke siapa pun tidak dilarang,  ketika email ini berisi suatu yang berbeda, menarik dan menyenangkan penerimanya tentu dia akan berpikir dari siapa sih nih yang mengirim email ngga kenal menjadi wah bagus nih cara pikirnya saya pilih dia deh.

Saya menunggu partai-partai melakukan kampanye kreatif misalnya dengan cara:

1. Melakukan kampanye pada satu sasaran khusus, bikin micro-micro site misalnya untuk anak muda (pemilih awal), perempuan, kalangan professional, masyarakat Indonesia di luar negeri, kalangan pengusaha dan lain-lain. Kalangan yang berbeda membutuhkan pendekatan yang berbeda.

2. Lakukan komunikasi 2 arah misalnya seminggu sekali ada tanya jawab dengan calon-calon anggota legislatif atau dengan calon presidennya secara langsung (live).

3. Lakukan komunikasi 2 arah dengan forum, atau bulletin board.

4. Video viral marketing seperti video Yes You Can (Will I Am) punya Obama. Menyampaikan pesan dengan cara yang sangat menarik.

5. Game untuk menarik minat yang diselipkan visi dan misi partai, kenapa facebook sukses karena aplikasi-aplikasinya, lihat saja berapa banyak orang yang bermain game seperti vampires atau pet society.

6. Banner-banner itu berbentuk teaser yang menggoda orang untuk mengklik dan masuk untuk melihat lebih jauh.

Itu beberapa hal yang bisa dipakai secara online, untuk mendukung kampanye online juga bisa dilakukan kampanye secara offline, seperti menyebar koran/selebaran yang berbentuk komik yang menyampaikan visi dan misi, siapa sih yang niat baca visi dan misi yang tebal-tebal itu apalagi dalam bahasa yang kaku, tapi kalo dibagikan dalam bentuk komik tentu menarik untuk membacanya.

Untuk menghemat biaya dan menjaga lingkungan yang dibagikan dalam bentuk kertas dijalanan hanya penggoda (teaser)  saja, dan dibawahnya dapat dituliskan dilanjutkan di internet. Bahkan kalo perlu yang dibagikan itu tidak ada lambang dan logo partai sehingga menarik penasaran dulu untuk masuk, ketika sudah di Internet baru dia dapat melihat informasi secara lengkap dan tidak hanya sepotong-sepotong apa sih yang ditawarkan partai dalam bentuk yang menarik dan tidak membosankan.

Masih banyak cara lain sih, tapi kalo ada partai/calon presiden yang mau tinggalin pesan aja disini. Ide kreatif itu harus dihargai dan dibayar  🙂