Politik Daur Ulang

hasil recycle dari handphone

Ditulis oleh Heriyadi Janwar

Sekedar ingin berbagi dari hasil workshop yang diadakan Nokia “Let’s Manage Our E-Waste”.

Harus diakui daur ulang di Indonesia masih sangat jauh dari prioritas masyarakat bahkan masyarakat yang tinggal diperkotaan.  Satu tempat yang saya tahu sempat menerapkan daur ulang adalah Lippo Village (Lippo Karawaci) ketika saya pindah pertama kesana di tahun 1999, ketika mereka menempatkan dua tempat sampah dirumah-rumah, untuk sampah basah dan kering tapi seiring berjalannya waktu tampaknya program itu pun berhenti dan sekarang mereka hanya menempatkan satu tempat sampah di rumah-rumah dan mencampur semua sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. Daur ulang di Indonesia mungkin hanya terjadi karena adanya pemulung yang memisahkan sampah-sampah plastik, kertas, botol-botol yang masih memiliki nilai ekonomis.

Berdasarkan survey rata-rata orang yang memiliki handphone, mereka memiliki lima handphone seumur hidupnya. Tapi ketika  mereka melakukan pergantian handphone ini apa yang mereka lakukan terhadap handphone bekas mereka? Dari survey kecil-kecilan disalah satu warung kopi yang di Jakarta yang pengunjungnya dari kalangan cukup berada, semua tidak mengetahui bahwa telah ada program daur ulang untuk handphone dan ketika ditanyakan apa yang dilakukan dengan handphone lama mereka maka jawabannya adalah, ditukar tambah, diberikan kepada orang atau hanya disimpan saja di laci. Ketika ditanyakan apakah mereka bersedia untuk merecyle handphone lama mereka, jawabannya bervariasi dari 10 orang yang ditanya, 8 orang bilang apa ada imbal baliknya, 1 bilang tidak buat cadangan jika handphone yang dipakai sekarang rusak dan 1 orang bilang bersedia tanpa bertanya apapun. Yang lebih menarik ketika dijawab kalo tidak ada timbal baliknya, 5 orang masih berpikir-pikir, 2 orang menjawab bersedia dan 1 orang menjawab mending saya buang ke tempat sampah kalo sudah rusak daripada saya mesti repot-repot mendrop handphone itu ke tempat recycle, selama ini layanan rusak aja suka lama, kenapa saya harus memberikan handphone bekas saya secara gratis.

Mungkin itulah gambaran masyarakat Indonesia secara keseluruhan, daur ulang masih jauh dari prioritas masyarakat kita, padahal hasil daur ulang ini bisa menghasilkan barang-barang yang masih berharga dan dapat digunakan untuk mengurangi penyedotan sumber daya alam baru yang sumbernya makin lama semakin berkurang. Sebagai contoh 1 buah handphone yang didaur ulang bisa akan terpecah menjadi  45% plastik, 20% tembaga, 10% keramik, 5% bahan lain non metal dan 20% sisanya berupa bahan metal seperti almunium, palladium dan yang paling menarik emas😀

Fakta-fakta dari daur ulang handphone diseluruh dunia adalah:

  • Hanya 3% orang yang mendaur ulang ponsel mereka
  • 3 dari 4 orang bahkan tidak pernah berpikir untuk mendaur ulang ponsel mereka dan hampir separuhnya bahkan tidak mengetahui bahwa ponsel dapat didaur ulang
  • Jika setiap orang dari 3 milyar orang pemilik ponsel di seluruh dunia, memberikan hanya satu saja ponsel bekas mereka, maka kita dapat menghemat 240,000 ton bahan baku dan mengurangi dampak polusi dari emisi rumah kaca setara dengan 4 juta kendaraan bermotor
  • Lebih dari 80% di ponsel Nokia dapat didaur ulang. Plastik yang tidak dapat didaur ulang akan dibakar untuk menghasilkan energi untuk proses daur ulang tersebut, sementara, bahan baku lainnya diubah menjadi kepingan-kepingan dan digunakan sebagai bahan baku konstruksi untuk pembangunan jalan. Dengan cara ini, tidak akan ada komponen yang tersisa untuk dibuang.

Jadi kalo anda sekarang punya handphone bekas atau asesorinya yang tidak dipakai marilah kita lakukan sedikit langkah yang dapat membantu menyelamatkan lingkungan dengan mendropnya ke box daur ulang yang tersedia di nokia care center apapun handphone merk handphone anda. Untuk pihak nokia sendiri melihat karakteristik masyarakat Indonesia mungkin bisa memberikan sedikit timbal balik untuk masyarakat yang mendropnya sekaligus membangkitkan kesadaran daur ulang ini pada tahap awal, misalnya dengan memberikan barang-barang hasil daur ulang dari handphone tersebut sebagai cendramata atau voucher potongan harga untuk membeli handphone baru.

Untuk lebih luasnya, tampaknya pemerintah juga mesti lebih berperan aktif untuk menyadarkan pentingnya daur ulang, kalo saat ini tidak ada insentif bagi perusahaan untuk melakukan daur ulang mungkin dimasa mendatang biaya untuk melakukan daur ulang ini bisa dimasukan sebagai bagian dari corporate social responsibility sehingga tidak hanya perusahaan yang dengan kesadaran pribadinya yang melakukan program daur ulang ini, tetapi juga perusahaan-perusahaan lain semua akan berlomba-lomba melakukan daur ulang bukan hanya handphone yang kecil, tapi juga TV, komputer, kulkas dan lain-lain yang merupakan sampah yang lebih besar dari handphone.

~ oleh Heriyadi Yanwar pada Agustus 2, 2009.

Satu Tanggapan to “Politik Daur Ulang”

  1. Hello, i just pass your site on internet. Can you also speak English?
    I just want to ask you. Is there in Indonesia already a company that recycle a lot or is it already run by the government?
    Im a student and maybe i want to do something with this in the future.
    Slm
    Rudy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: