Depkominfo akankah menjadi Depen Baru (dan janji yang diingkari bahkan sebelum Pemilu usai)

Ada dua berita yang menarik perhatian saya sore ini dari detik i-net.

Yang Pertama Depkominfo Ingin Bendung Situs Porno dengan Gateway

Tentu kita semua menyadari pentingnya membendung pornografi, tapi cara yang akan diterapkan pemerintah dengan memanfaatkan nasional gateway bisa memancing kerawanan lain, yaitu censorship oleh pemerintah. Jika Indonesia sampai menggunakan national gateway akan sangat mudah bagi pemerintah menggendalikan arus lalu lintas internet yang keluar masuk Indonesia. Kejadian seperti di Cina yang tidak bisa mengakses youtube, di Iran ketika facebook dan youtube lalu twitter ditutup aksesnya oleh pemerintah bisa dilakukan kapan saja dengan berbagai macam dalih.

Setelah kejadian censorship yang dilakukan oleh stasiun-stasiun TV terhadap iklan-iklan Mega-Prabowo, tampaknya pemerintah ingin melangkah lebih jauh dengan melakukan censorship di Internet, jangan-jangan tulisan Ibnu Muslim tentang Efek Politikana dan menyebarnya video-video yang sempat dilarang itu di youtube melalui politikana merupakan salah satu pembenaran untuk censorship ini. Bisa-bisa lain kali kalo ada kejadian yang sama, video yang sudah diunggah ke Youtube diblok sehingga tidak bisa dilihat juga oleh pengguna Internet. Hal ini akan membuat Depkominfo sama dengan Departemen Penerangan di masa lalu yang memiliki kuasa untuk melakukan sensor terhadap berita yang akan diterbitkan. Ketika era sudah berubah ke new media, maka tampaknya pemerintah pun ingin melakukan sensor itu di new media.

Kita harus memperjuangkan hak kita, mari kita tolak bersama-sama penerapan national gateway ini. Masih banyak cara untuk memerangi pornografi tidak perlu ada National Gateway.

Yang kedua adalah soal harga Internet

Masih Ingat janji Tarif Internet Turun 200 persen Tahun ini

Hari ini janji itu pun sudah diingkari Menkoinfo dengan adanya berita di detik “Menkominfo: Tarif Internet Tak Perlu Diatur” kalo sekarang pemerintah mengatakan seperti ini, bagaimana dengan janjinya akan ada penurunan tarif Internet? Dengan tidak adanya aturan dari pemerintah maka penurunan tarif ini semakin sulit terlaksana karena hanya dapat terjadi jika ada belas kasihan dari penyelenggara jasa internet. Lalu bagaimana dengan janjinya?

~ oleh Heriyadi Yanwar pada Juni 21, 2009.

Satu Tanggapan to “Depkominfo akankah menjadi Depen Baru (dan janji yang diingkari bahkan sebelum Pemilu usai)”

  1. Saya belum merasakan penurunan tarif internet itu. Adakah cara lain untuk membendung akses pornografi on-line itu? Barangkali Depkominfo perlu ide lain selain bikin national gateway.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: