Tanggapan atas iklan “andai aku bukan seorang Indonesia”

Melihat sebuah iklan hari ini diharian KOMPAS halaman 5 http://epaper.kompas.com/

Ntah mengapa saya merasa sedih kalimat.

“Masa bodoh dengan menara BCA-nya, yang mengapai mega-mega angkasa atau Grand Indonesia shopping Mall yang menjanjikan seribu satu pengalaman baru atau Kempinski Private Residences yang menghembuskan pesona keindahan nan abadi”

Betapa kita menjual kemewahan, walau saya mungkin termasuk salah satu yang sering menikmati shopping mall itu tapi melihat tulisan seperti ini tersentak hati saya berapa banyak rakyat disekelilingnya yang masih tidak mampu, bahkan untuk membeli secangkir kopi di mal tersebut?

Tampaknya hati kita memang telah mati, tak peduli kita hidup mewah ketika kemiskinan tampak jelas disekeliling kita. Pemilik-pemilik shopping mall adalah raja-raja penguasa baru ketika ruang publik pun diaku sebagai milik pribadi dengan diusirnya blogger yang berkumpul disekitar bundaran HI.

Lalu dia paragraf terakhir

“Tapi aku adalah seorang Indonesia yang pada hari ini bergetar hatinya saat melihat kebanggaan Hotel Indonesia Kempinski sebagai bagian dari Grand Indonesia Shopping Town, selesai dipugar dan dibuka kembali untuk mengumandangkan kejayaan Indonesia Raya.

Aku adalah seorang Indonesia yang percaya negeriku tak pernah takluk oleh zaman. Dan aku percaya bahwa sekecil apapun yang aku lakukan pada negeriku, akan membuat bangsaku semakin besar.”

Hotel Indonesia adalah hotel bintang 5 pertama di Indonesia dan hotel yang penuh sejarah karena berawal dari inisiatif Presiden Soekarno. Sudah habiskah orang pintar bangsa ini sehingga hotel yang penuh sejarah ini harus digandengkan dengan Kempinski? Inikah Indonesia yang harus dibanggakan saat ini, saat situs yang bersejarah pun harus dikontrol dan dikelola oleh asing?

Belum lagi perjanjian yang hanya BOT (build, operate, transfer) tampaknya sudah berubah menjadi pengalihan hak seperti yang diprotes Forum Masyarakat Peduli Aset Negara. (http://www.detiknews.com/read/2009/05/18/114023/1133198/10/mantan-karyawan-demo-tolak-peresmian-hi)

Akan diresmikan hari ini pada hari kebangkitan nasional. Tujuan awal yang menyatakan kebangkitan nasional adalah untuk semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tampaknya kita baru setengah merdeka dan belum merdeka terutama dalam bidang ekonomi, ketika ikon nasional pun harus diikuti nama asing dibelakangnya.

~ oleh Heriyadi Yanwar pada Mei 20, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: