2033 bagaimana bayarnya?

hutang

Tertarik melihat tulisan BLBI tadi saya jadi teringat data yang pernah saya baca soal betapa besarnya utang yang ditanggung rakyat kita karena masalah BLBI tadi. Selama ini kita hanya tahu bahwa koruptor BLBI sudah dibebaskan, kabur, tidak selesai masalahnya tapi tahukan berapa besar beban yang ditanggung kita sebagai rakyat untuk menanggung efek beban BLBI tadi?

Sumber informasi utama saya adalah dari situs Direktorat Jendral Pengelolaan Utang dan data yang saya ambil adalah data terakhir dari Perkembangan Utang Negara di sana dapat terlihat bahwa tahun 2033 pemerintah (rakyat Indonesia) harus membayar Surat Utang Negara sebesar 129,34 Trilliun Rupiah ditambah 2,56 hutang luar negeri yang sudah diambil sampai saat ini dan akan jatuh tempo saat itu, ini belum termasuk hutang luar negeri yang akan diambil bangsa ini. Sementara kalo dilihat puncak pembayaran hutang sebelum tahun 2033 adalah 109,58 Trilliun rupiah pada tahun 2012 yang sudah merupakan gabungan SUN dan Hutang Luar Negeri.

Jika kebiasaan berutang pemerintah saat ini yang dalam 4 tahun terakhir berturut-turut berhutang 1,268; 1,310; 1,387; 1,623 Trilliun Rupiah dan untuk tahun 2009 ini sudah dijadwalkan 1,695 Trilliun Rupiah diluar pinjaman yang sudah dicadangkan untuk mengatasi krisis yang belum diambil pemerintah, maka negara ini akan terus dililit hutang yang tidak akan berakhir.

Target pembangunan yang tidak jauh-jauh dari 7% malah tahun ini cuma ditargetkan 4% yang selalu dibanggakan sebagai pertumbuhan yang positif dibandingkan negara tetangga kita seperti Singapore yang kemungkinan pertumbuhannya minus tahun ini (tapi tidak pernah berani meperbandingkan perndapat per kapita Singapore dengan negara kita) tidak akan pernah membawa kemakmuran bagi bangsa ini dan pasti tidak akan cukup untuk membayar hutang bangsa ini sambil terus melanjutkan pembangunan secara stabil.

Bagaimanakah kita akan membayarnya atau para pemimpin kita sudah tidak peduli sebab kemungkinan sebagian besar dari mereka sudah tidak akan menjabat dan berkuasa lagi pada saat itu? atau kita juga tidak perlu peduli pada anak, cucu kita yang nanti harus menanggung hutang tersebut?

Saya sampai berpikir kalo nanti nikah dan punya anak, jangan lahir di Indonesia deh, biar dibawa ke luar dan lahir di sana dapat kewarganegaraan sana biar dia tidak harus ikut menanggung hutang yang sedemikian besar.

Duh, jadi ngga bisa tidur mikiran hutang yang sedemikian besar dan terus bertambah tiap tahunnya.

Ada rekan-rekan yang punya solusi bagaimana cara bayarnya?

ps: copas lagi dari tulisan saya di politikana

~ oleh Heriyadi Yanwar pada April 30, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: