Kapan sih partai Indonesia bakal kreatif.

Membaca artikel di kompas.com dengan judul Facebook belum strategis untuk kampanye di Indonesia saya jadi tergelitik untuk menulis.

Sebenarnya berapa persen masyarakat yang diincar sehingga bisa disebut strategis. 10% masyarakat Indonesia yang ada di Internet menurut saya adalah pasar yang sangat strategis. Ini belum termasuk masyarakat Indonesia yang tidak berada di Indonesia ya, seperti ada 800.000 masyarakat Indonesia di Australia yang tidak pernah memperoleh informasi tentang partai-partai ini, belum lagi dinegara-negara lain. Daripada mesti berkampanye kesana tentu Internet lebih murah.

Sebab masyarakat yang mengakses internet mempunyai ciri yang berbeda, masyarakat di Internet adalah masyarakat yang boleh dibilang lebih berpendidikan, dapat menerima ide-ide baru dan bisa melakukan komunikasi 2 arah dan yang paling penting sebagian besar diantaranya sampai saat ini masih belum menentukan pilihan ataupun Golput sehingga bisa menjadi sasaran kampanye yang sangat efektif.

Jika dimanfaatkan dengan efektif dan melakukan pemasaran secara kreatif di Internet yang didukung juga dengan pemasaran secara nyata di offline maka Internet akan sangat besar pengaruhnya. Jika berhasil mempengaruhi 25% pengguna internet berarti partai itu akan mempengaruhi 2.5% masyarakat Indonesia jangan dilupakan multiplier effectnya jika setiap orang di Internet mempengaruhi 1 orang saja dilingkungannya maka ini berarti sudah 5% masyarakat Indonesia.

Berapa persen partai yang akan mampu mencapai 5% saya rasa 75% partai yang ada tidak akan memperoleh 5%.

Kembali pada judul tulisan, kenapa saya bilang partai tidak kreatif. Sebab mereka yang melakukan kampanye di Internet masih menerapkan pola-pola kampanye di media lama yang berupa satu arah dan tidak komunikatif, tidak ada terobosan-terobosan baru.

Kampanye partai-partai ini di internet masih berupa website standar yang membosankan berisi aggregator berita partainya dari tempat lain, visi dan misi, pemasangan banner-banner di situs-situs yang banyak pengunjungnya.

Sedikit kritik untuk cara kampanye yang dilakukan di internet saat ini:

1. Tidak komunikatif, hanya satu arah, paling banyak hanya menerima pesan dan tidak ada tanggapannya (yang ngga tahu juga dibaca atau ngga), ada satu calon presiden yang punya tim cukup komunikatif tapi ternyata itu tim independen karena tidak didukung partainya walau didukung calon presiden itu sendiri.

2. Websitenya tidak ada yang bisa disebut menarik, interaktif dan menyampaikan pesan yang jelas, kebanyakan hanya berisi kumpulan-kumpulan berita partai. Website partai mestinya menarik orang untuk memilih partai dan ini bisa dilakukan dengan menampilkan secara nyata ditampilan depan apa yang ditawarkan, sementara semua website partai yang saya lihat halaman depannya adalah kumpulan berita.

3. Website jarang diperbaharui dengan menampilkan ide-ide dari partai itu sendiri atau tulisan-tulisan dari para caleg. Yang harus dipentingkan sebenarnya adalah konten website itu sendiri, agar orang melihat mau memilih dan tertarik untuk memilih. Konten dapat sangat mempengaruhi orang untuk memilih.

4. Pemasangan banner-banner tampak seperti spanduk-spanduk dijalanan saja, saya yakin yang mengklik sangat sedikit, salah satu data partai yang saya tahu dari 3.000.000 penampilan hanya diklik 160.000 kali,  cukup lumayan menurut saya tapi sayangnya ketika diklik adalah tampilan web partai yang biasa dan tidak mendukung yang melihat untuk memilih. Ada juga partai yang memasang iklan dalam bentuk rolling page yang menutupi berita, bukan memancing simpati malah memancing antipati sebab menganggu.

Kalo mengutip Marshall McLuhan “Media is The Message” berkampanye dengan Internet akan memberikan pesan secara tidak langsung bahwa partai/calon presiden itu mengikuti perubahan jaman, mengikuti perubahan teknologi mau dan mampu berkomunikasi secara dua arah dengan rakyatnya. Ini adalah yang paling penting dan menjadi pioneer selalu ada bayarannya paling tidak akan mendapat liputan yang sangat luas.

Saran-saran saya untuk partai-partai manfaatkanlah media Internet ini mumpung belum ada batasan-batasannya anda bisa berkampanye sampai hari terakhir pemilihan tidak ada masa tenang di Internet, tidak ada larangan mengirim pesan ke siapa saja. Mengirim email  ke siapa pun tidak dilarang,  ketika email ini berisi suatu yang berbeda, menarik dan menyenangkan penerimanya tentu dia akan berpikir dari siapa sih nih yang mengirim email ngga kenal menjadi wah bagus nih cara pikirnya saya pilih dia deh.

Saya menunggu partai-partai melakukan kampanye kreatif misalnya dengan cara:

1. Melakukan kampanye pada satu sasaran khusus, bikin micro-micro site misalnya untuk anak muda (pemilih awal), perempuan, kalangan professional, masyarakat Indonesia di luar negeri, kalangan pengusaha dan lain-lain. Kalangan yang berbeda membutuhkan pendekatan yang berbeda.

2. Lakukan komunikasi 2 arah misalnya seminggu sekali ada tanya jawab dengan calon-calon anggota legislatif atau dengan calon presidennya secara langsung (live).

3. Lakukan komunikasi 2 arah dengan forum, atau bulletin board.

4. Video viral marketing seperti video Yes You Can (Will I Am) punya Obama. Menyampaikan pesan dengan cara yang sangat menarik.

5. Game untuk menarik minat yang diselipkan visi dan misi partai, kenapa facebook sukses karena aplikasi-aplikasinya, lihat saja berapa banyak orang yang bermain game seperti vampires atau pet society.

6. Banner-banner itu berbentuk teaser yang menggoda orang untuk mengklik dan masuk untuk melihat lebih jauh.

Itu beberapa hal yang bisa dipakai secara online, untuk mendukung kampanye online juga bisa dilakukan kampanye secara offline, seperti menyebar koran/selebaran yang berbentuk komik yang menyampaikan visi dan misi, siapa sih yang niat baca visi dan misi yang tebal-tebal itu apalagi dalam bahasa yang kaku, tapi kalo dibagikan dalam bentuk komik tentu menarik untuk membacanya.

Untuk menghemat biaya dan menjaga lingkungan yang dibagikan dalam bentuk kertas dijalanan hanya penggoda (teaser)  saja, dan dibawahnya dapat dituliskan dilanjutkan di internet. Bahkan kalo perlu yang dibagikan itu tidak ada lambang dan logo partai sehingga menarik penasaran dulu untuk masuk, ketika sudah di Internet baru dia dapat melihat informasi secara lengkap dan tidak hanya sepotong-sepotong apa sih yang ditawarkan partai dalam bentuk yang menarik dan tidak membosankan.

Masih banyak cara lain sih, tapi kalo ada partai/calon presiden yang mau tinggalin pesan aja disini. Ide kreatif itu harus dihargai dan dibayar 🙂

~ oleh Heriyadi Yanwar pada Februari 22, 2009.

9 Tanggapan to “Kapan sih partai Indonesia bakal kreatif.”

  1. Idenya bagus, bisa ditawarkan langsung ke parpol tertentu mumpung masih ada waktu. Sayang memang parpol dan para calegnya cuma bisa dan tahunya kampanye lewat media konvensional saja. Jadinya yang ketiban rejeki banyak ya pengusaha media (koran dan tv). Mestinya parpol tertentu misalnya membuat media yang betul2 efektif untuk para calegnya agar menarik minat masyarakat.
    Kenyataan yang terjadi adalah, para caleg kampanye sendiri2. Akhirnya cost untuk tujuan politik menjadi besar tanpa arah yang jitu.
    Salam dari tenggara pulau kalimantan. Jika tak keberatan visite ke http://www.imisuryaputera.co.cc

  2. Sebetulnya sudah ditawarkan ke salah satu Parpol tapi ya itu cara pikirnya masih konvensional.

    Saya sudah visit sitenya, jadi malu padahal ayah saya orang banjar, tapi saya tidak bisa bahasa banjar🙂

  3. Makasih atas visite-nya. Tak perlu malu, bisa belajar bahasa Banjar ke Abahnya, atau kita tukaran link, oke ?

  4. Yah, begitulah partai-partai Indonesia, bermain tanpa strategi, maunya ngeraup semua golongan tapi sama sekali g ngebuat focus group untuk setiap golongan kyk partai di Amerika.

    Kampanye di Internet tentu bs jadi strategis, mau apapun dan dimanapun pasti bisa strategis asal strateginya benar

    Btw, ide dan kritikannya keren, boleh ijin agregat feednya di indonesiasatu.info?🙂

  5. 99.9999% setuju tapi ingat pemilu legislatif kita pake sistem (hampir) distrik dimana caleg dipilih per-dapil sedangkan kebanyakan pengguna internet di indonesia ada di kota2 besar dan belum mencakup wilayah2 yg susah koneksi internetnya jd buat saya kurang efektif, but i think it’s work for presidential election tapi kebanyakan capresnya masih gaptek tuh so saat skrg pilihlah caleg/capres yg mau mendengar konstituennya apapun medianya sambil berharap 2014 semua politikus dah terbebas dari ‘tuna-teknologi’

  6. @andri Memang saat ini yang diincar dari masyarakat Internet masih masyarakat perkotaan dan masyarakat Indonesia di luar negeri. Kalo bisa memanfaatkan milis dan blog sebenarnya bahkan masyarakat di daerah pun sekarang sudah banyak yang memakai koneksi Internet.

    Ada satu hal lagi yang lupa saya tuliskan, menjadi yang pertama akan selalu terbayar. Jika melakukan hal ini pertama kali dan melakukan peluncuran dengan tepat, maka liputan media cetak dan elektornik seperti televisi dan radio akan besar, bahkan bisa di bahas dalam talk show-talk show yang pada akhirnya akan membuat masyarakat penasaran dan mencoba melihat apa sih yang dibicarakan atau paling tidak akan membuat masyarakat yang tidak mempunyai akses internet sadar akan adanya kampanye ini.

  7. aih.. nice blog, penting nih.. tak bantu sebar yak lewat fesbuk.. ^^

  8. mem-Facebook-kan proses kampanye partai…
    bgitu yah maksutnya?😀

    jd kampanye versi internet yang interaktif dan full of fitur sehingga orang tertarik utk berinteraksi…
    bisa juga.. boleh juga tuh utk mengejar massa yang maenannya internet…😉

  9. harusnya mereka melek yg gtuan juga…sayang katrok2 politisinya
    Sukseskankampanye damai pemilu indonesia 2009

    by tukang nggame

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: