It’s The Economy, Stupid

Slogan “it’s the economy, stupid” yang digunakan oleh Bill Clinton ketika kampanye Presiden tahun 1992 rasanya akan sangat tepat untuk dijadikan tema kampanye politik Presiden Indonesia tahun 2009.

Masyarakat Indonesia terlalu bermimpi jika mengharapkan akan muncul tokoh baru (dan muda) yang akan membawa perubahan pada pemilihan umum 2009 seperti fenomena Barack Obama di Amerika Serikat. Sistem dan kondisi sosial politik Indonesia belum mendukung untuk munculnya perubahan seperti itu. Tokoh muda yang cukup menarik perhatian dengan mencalonkan diri menjadi Presiden Rizal Mallarangeng sudah menyatakan tidak akan melanjutkan diri dan mungkin akan bersiap untuk mengikuti pemilihan Presiden 2014. Tokoh muda lainnya Yudi Krisnadi tampaknya hanya untuk memancing agar Golkar bersiap mengajukan calon Presiden dan tidak hanya mengincar kursi Wakil Presiden.

Dengan pembatasan persyaratan perolehan dukungan 25% suara nasional atau 20% kursi di DPR dari partai pendukung untuk dapat menjadi capres, maka hampir pasti calon Presiden yang akan muncul adalah calon-calon lama, mungkin dengan sedikit harapan ada calon baru dari PKS yang jika perkembangannya konsisten seperti selama ini mungkin akan memperoleh suara yang cukup signifikan.

Sekarang kita cuma bisa mengharapkan calon-calon yang ada ini menunjukan apa langkah yang akan mereka  lakukan untuk meningkatkan ekonomi bangsa ini.

Semua saat ini memang bergantung pada ekonomi, bidang-bidang lain semuanya berhubungan dengan ekonomi, seperti yang saya sebut pada awal tulisan ini “It’s The Economy, Stupid”.

Jika kita menginginkan bangsa ini bangkit dan masyarakat bangga menjadi bangsa Indonesia maka yang pertama kali harus dibangun adalah Ekonominya. Calon-calon Presiden harus menunjukan apa yang akan dan bisa mereka lakukan dalam membangkitkan ekonomi Indonesia, dan pemilihan Presiden kita tidak lagi hanya menjadi ajang jual popularitas.

Mau demokrasi maju? lingkungan hidup terjaga? pendidikan yang baik? semuanya berawal dari ekonomi yang baik, mimpi jika kita mengatakan sebaliknya.

Jika diberikan pilihan ekonomi maju, dengan pemerintahan yang sedikit represif (misalnya Singapore) atau memiliki demokrasi bebas tapi ekonominya terbelakang saya yakin masyarakat kita masih memilih ekonomi yang maju. Harus diingat jatuhnya Soeharto diawali oleh krisis moneter bukan karena faktor politik.

Jika pilihannya antara besok makan dengan menebang hutan, atau tidak makan demi melestarikan hutan, maka pilihannya pasti makan.

Jadi kita harus kembali ke basic dulu, tingkatkan ekonomi dan lakukan distribusi pendapatan yang lebih adil. Kadang saya sedih melihat anak-anak jalanan di pinggir jalan yang meminta-minta di lampu merah dan tidak sekolah sementara di mal sebelahnya ada orang lagi beli tas seharga 15 Juta.

Saya tidak menyalahkan yang beli tas, yang salah adalah pemerintah yang tidak bisa mendistribusikan pendapatan, pajak digalakan, tapi yang masih diincar adalah masyarakat menengah yang sebenarnya masih pas-pasan. Mestinya yang pertama di kejar adalah para pengusaha super kaya yang selama ini tidak membayar pajak dengan benar. Lalu gunakan hasil pajak ini untuk membantu anak jalanan tersebut. Tapi boleh juga tuh kalo di toko-toko super mewah itu setiap pembelian harus menyertakan nomor NPWP🙂

Jadi mari kita minta para calon Presiden menjabarkan langkah-langkah ekonominya, apa langkah-langkah yang akan mereka ambil, apakah langkah-langkah itu nyata dan bisa diterapkan bukan hanya mimpi dan retorika belaka. Lebih bagus lagi jika pada masa kampanye mereka sudah bisa mengatakan siapa tim ekonomi yang akan membantu mereka.

~ oleh Heriyadi Yanwar pada November 25, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: