Politikus Indonesia di Internet

Baru dapat tawaran side-job bikin situs untuk calon anggota legislatif.

Ketemu cuma sama tim suksesnya, yang kayanya masih ngga tahu apa sih yang mau dibuat, meeting berakhir dengan bikinin aja proposalnya biayanya berapa, terus kasih ke kita.

Arghhhh, calon klien yang paling ngga ngenakin nih.

Jadi dari pagi web walking deh liat-liat situs politikus Indonesia yang katanya akan menjadi calon Presiden Indonesia.

Yang udah saya lihat diantaranya::

Akbar Tandjung – http://bangakbar.com/

Prabowo Subianto – http://www.prabowosubianto.net/

Rizal Mallarangeng – http://www.rm09.com/

Soetrisno Bachir – http://www.soetrisnobachir.com/

Susilo Bambang Yudhoyono – http://www.presidensby.info/

untuk  Amien Rais, Megawati, Sultan Hamengkubowono X, Soetiyoso dan Wiranto saya belum dapat menemukan situs pribadinya. Ada beberapa link tampaknya sisa Pemilu 2004 dan sudah tidak aktif.

Buat pembandingnya tentu saja dengan situs politikus paling sukses

Barack Obama – http://www.barackobama.com/

Perbedaan yang paling utama yang saya lihat adalah, apa yang ingin ditampilkan, setelah profil maka situs Obama membahas isu yang diangkat apa yang menjadikan dia berbeda dengan kandidat lain, cara pandang dan pemikiran dia dalam menilai suatu isu. Sementara situs para politikus Indonesia cendrung lebih mengutamakan menjadi tempat sindikasi berita pemilik web.

Akbar Tandjung – situs yang cukup lengkap, tapi semua tulisan dan pemikiran Akbar Tandjung disana merupakan kutipan dari media lain. Seharusnya sebagai pemilik situs Akbar Tandjung memberikan pemikiran dan tulisan khusus untuk situsnya, yang akan dikutip media lain, bukan hanya menjadi tempat sindikasi berita tentang Akbar Tandjung.

Prabowo Subianto – situs ini tampaknya situs lama yang tidak pernah diupdate lagi. Masih menampilkan kiprahnya di Golkar walau sudah pindah ke Gerindra.

Rizal Mallarangeng – situs dengan aksesbilitas dan isi konten yang baik. Cuma penyusunan apa yang menjadi menu utama mungkin yang buat saya kurang pas, yang pertama terlihat ketika situs ini di buka adalah Video, suatu hal yang menarik tapi akan sulit dibuka untuk masyarakat Indonesia umumnya dengan koneksi Internet yang terbatas. Tulisan-tulisan RM adalah nilai plus yang menjadikannya berbeda dengan situs politikus lain, sayang tidak ada pengelompokan tulisan ini berdasarkan isu/topik yang dibahas.

Soetrisno Bachir – situs SB menyediakan “Opini” suatu yang menjanjikan sayangnya topik yang dibahas hanya dua dan tampaknya sudah cukup lama tidak di update lagi, walau topik BBM cukup menarik untuk dibahas lagi. Blog pribadi SB sendiri cukup sering di update, tapi tulisan di blog ini lebih cendrung merupakan himbauan-himbauan moral dibanding langkah-langkah nyata apa yang bisa dilakukan.

Susilo Bambang Yudhoyono – situs resmi Presiden Indonesia, mungkin karena sebagai Presiden, SBY mesti lebih berhati-hari mengungkapkan pemikirannya, situs ini hanya menjadi sindikasi berita SBY dan lingkungan terdekatnya. Yang menarik adalahnya adanya podcast di situs ini yang tidak saya lihat di situs lain. Sayang ini juga tampaknya tidak rutin dan tidak sering diupdate.

Saya menantikan, ketika media internet benar-benar dimanfaatkan para politikus Indonesia untuk menyebarkan ide-idenya, menunjukan langkah-langkah nyata apa yang akan mereka ambil ketika menjadi pemimpin, dan apa perbedaan mereka dengan para politikus lain. Serta menjadi media interaksi dua arah antara pemilik situs dan pengunjungnya.

Update: Baca tulisan Sandiaga S Uno di Globe Asia yang intinya hampir sama, mendambakan politikus Indonesia berinteraksi dan memanfaatkan internet untuk kampanye pemilu.

Kalo ada yang mau dibuatin website untuk kampanye email aja ke heriyadi.janwar@gmail.com tim kita udah punya konsep lengkap untuk kampanye via internet.

~ oleh Heriyadi Yanwar pada November 15, 2008.

6 Tanggapan to “Politikus Indonesia di Internet”

  1. […] Semua sudah tahu cerita Obama yang memanfaatkan media sosial untuk membantu kampanye politiknya. Politisi pun mungkin banyak yang sudah tahu. Mereka juga tahu kalau 10% penduduk Indonesia ini doyan internet. Melakukan pendekatan kepada para pengguna internet Indonesia sudah menjadi kewajiban kalau mereka ingin bisa sukses di Pemilu mendatang. Bahasan tentang ini bisa dibaca di ulasannya Heriyadi di sini. […]

  2. […] pun mungkin banyak yang sudah tahu. Mereka juga tahu kalau 10% penduduk Indonesia ini doyan internet. Melakukan pendekatan kepada para pengguna internet Indonesia sudah menjadi kewajiban kalau mereka ingin bisa sukses di Pemilu mendatang. Bahasan tentang ini bisa dibaca di ulasannya Heriyadi di sini. […]

  3. coba cek riasaptarika.web.id dapat linknya dari situs pks, pas dibaca2 manteb banget wakil walikota batam ini kayaknya orang IT tulen….aku kok jadi ngefans ya..he..he..

  4. […] Semua sudah tahu cerita Obama yang memanfaatkan media sosial untuk membantu kampanye politiknya. Politisi pun mungkin banyak yang sudah tahu. Mereka juga tahu kalau 10% penduduk Indonesia ini doyan internet. Melakukan pendekatan kepada para pengguna internet Indonesia sudah menjadi kewajiban kalau mereka ingin bisa sukses di Pemilu mendatang. Bahasan tentang ini bisa dibaca di ulasannya Heriyadi di sini. […]

  5. Politik indonesia memang baru memperlihatkan perubahan dalam arti formal dan prosedural, sedangkan dari aspek kultural budaya politik indonesia belum memperlihatkan perubahan yang nyata, kecuali menjadi lebih materialistik. Budaya politik masih berwarna formalistik, feodalistik, paternalistik serta kuatnya hubungan patron – client. Faktor-faktor ini kemudian mungkin yang menjadi pertimbangan para politisi di Indonesia dalam mengembangkan strategi pemesarannya. Peningkatan status sosial masyarakat karena perubahan tingkat pendidikan, nampaknya tidak serta merta mengubah budaya politik, terbukti dengan masih rendahnya fungsi kontrol masyarakat atas penyelenggaraan kekuasaan negara, yang kemudian mengakibatkan masih tingginya kasus-kasus penyimpangan dalam penyelenggaraan kekuasaan negara. Lambannya perubahan budaya politik mungkin terkait dengan sistem nilai yang berlaku dilingkungannya, baik di lingkungan keluarga, masyarakat dan bahkan dilingkungan pendidikan di Indonesia, yang melanggengkan strata sosial dalam setiap bidang kehidupan.

  6. Politik indonesia memang baru memperlihatkan perubahan dalam arti formal dan prosedural, sedangkan dari aspek kultural budaya politik indonesia belum memperlihatkan perubahan yang nyata, kecuali menjadi lebih materialistik. Budaya politik masih berwarna formalistik, feodalistik, paternalistik serta kuatnya hubungan patron – client. Faktor-faktor ini kemudian mungkin yang menjadi pertimbangan para politisi di Indonesia dalam mengembangkan strategi pemesarannya. Peningkatan status sosial masyarakat karena perubahan tingkat pendidikan, nampaknya tidak serta merta mengubah budaya politik, terbukti dengan masih rendahnya fungsi kontrol masyarakat atas penyelenggaraan kekuasaan negara, yang kemudian mengakibatkan masih tingginya kasus-kasus penyimpangan dalam penyelenggaraan kekuasaan negara. Lambannya perubahan budaya politik mungkin terkait dengan sistem nilai yang berlaku dilingkungannya, baik di lingkungan keluarga, masyarakat dan bahkan dilingkungan pendidikan di Indonesia, yang melanggengkan strata sosial dalam setiap bidang kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: