2033 bagaimana bayarnya?

•April 30, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

hutang

Tertarik melihat tulisan BLBI tadi saya jadi teringat data yang pernah saya baca soal betapa besarnya utang yang ditanggung rakyat kita karena masalah BLBI tadi. Selama ini kita hanya tahu bahwa koruptor BLBI sudah dibebaskan, kabur, tidak selesai masalahnya tapi tahukan berapa besar beban yang ditanggung kita sebagai rakyat untuk menanggung efek beban BLBI tadi?

Sumber informasi utama saya adalah dari situs Direktorat Jendral Pengelolaan Utang dan data yang saya ambil adalah data terakhir dari Perkembangan Utang Negara di sana dapat terlihat bahwa tahun 2033 pemerintah (rakyat Indonesia) harus membayar Surat Utang Negara sebesar 129,34 Trilliun Rupiah ditambah 2,56 hutang luar negeri yang sudah diambil sampai saat ini dan akan jatuh tempo saat itu, ini belum termasuk hutang luar negeri yang akan diambil bangsa ini. Sementara kalo dilihat puncak pembayaran hutang sebelum tahun 2033 adalah 109,58 Trilliun rupiah pada tahun 2012 yang sudah merupakan gabungan SUN dan Hutang Luar Negeri.

Jika kebiasaan berutang pemerintah saat ini yang dalam 4 tahun terakhir berturut-turut berhutang 1,268; 1,310; 1,387; 1,623 Trilliun Rupiah dan untuk tahun 2009 ini sudah dijadwalkan 1,695 Trilliun Rupiah diluar pinjaman yang sudah dicadangkan untuk mengatasi krisis yang belum diambil pemerintah, maka negara ini akan terus dililit hutang yang tidak akan berakhir.

Target pembangunan yang tidak jauh-jauh dari 7% malah tahun ini cuma ditargetkan 4% yang selalu dibanggakan sebagai pertumbuhan yang positif dibandingkan negara tetangga kita seperti Singapore yang kemungkinan pertumbuhannya minus tahun ini (tapi tidak pernah berani meperbandingkan perndapat per kapita Singapore dengan negara kita) tidak akan pernah membawa kemakmuran bagi bangsa ini dan pasti tidak akan cukup untuk membayar hutang bangsa ini sambil terus melanjutkan pembangunan secara stabil.

Bagaimanakah kita akan membayarnya atau para pemimpin kita sudah tidak peduli sebab kemungkinan sebagian besar dari mereka sudah tidak akan menjabat dan berkuasa lagi pada saat itu? atau kita juga tidak perlu peduli pada anak, cucu kita yang nanti harus menanggung hutang tersebut?

Saya sampai berpikir kalo nanti nikah dan punya anak, jangan lahir di Indonesia deh, biar dibawa ke luar dan lahir di sana dapat kewarganegaraan sana biar dia tidak harus ikut menanggung hutang yang sedemikian besar.

Duh, jadi ngga bisa tidur mikiran hutang yang sedemikian besar dan terus bertambah tiap tahunnya.

Ada rekan-rekan yang punya solusi bagaimana cara bayarnya?

ps: copas lagi dari tulisan saya di politikana

Kebenaran sering hanya dipandang dari satu sisi

•April 29, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

The truth is rarely pure and never simple.” Oscar Wilde

Menarik melihat gerakan penolakan atas beberapa capres/cawapres saat ini ada gerakan penyebaran gambar sebagai profil ada yang memanfaatkan statusnya di facebook ada yang berbagi link ke tulisan-tulisan yang menjatuhkan calon-calon tertentu. Tapi yang lucu adalah sangat sedikit yang mencoba menulis dengan objektif dan berimbang, semua tulisan-tulisan itu cendrung menyudutkan calon tertentu dan mengangkat calon yang lain, yang lebih lucu lagi ketika tulisan itu menyinggung satu peristiwa untuk menjatuhkan beberapa calon tapi dengan sengaja melewatkan nama calon lain yang juga terlibat peristiwa itu.

Kebenaran jika diibaratkan benda seringkali berbentuk bulat dan sulit untuk di mengerti kalo hanya dari satu sisi, itulah mengapa wartawan media konvensional diharuskan mengecek atau melakukan konfirmasi ke sumber berita yang akan ditulis apakah berita yang akan ditulis itu benar atau salah dan sumber berita tersebut mempunyai hak jawab jika dia mau menggunakannya, hal yang hilang di internet saat ini.

Tidak selalu yang dikatakan oleh orang banyak adalah kebenaran atau lebih parah lagi jika kebenaran ini di monopoli oleh penguasa atau pemilik media. Tulisan dan bahan di internet yang semestinya bisa menjadi menyeimbang karena tidak terkena vested interest penguasa atau pemilik media malah cendrung hanya melanjutkan apa yang ada di media konvensional tanpa melihat sisi lain berita tersebut.

Saya hanya mengajak rekan-rekan disini marilah kita berdiskusi dan mencoba melihat kebenaran dari berbagai sisi sehingga kita dapat mengetahui sisi baik dan sisi buruk setiap capres/cawapres dan kita pada akhirnya dapat memilih calon yang benar-benar terbaik dari berbagai segi baik sejarah masa lalu, kemampuan dia saat ini dan akan dibawa kemana kita di masa depan saat dia terpilih.

In Harmonia Progressio

ps: kalo ada yang bisa bikin list kelebihan dan kekurangan dari tiap-tiap calon tentu akan sangat bagus, saya belum bisa membuat ini karena:

1. Mungkin lingkup informasi saya lebih terbatas, rekan-rekan yang wartawan mungkin bisa lebih banyak, saya tahu ada beberapa wartawan atau bekas wartawan di sini.

2. Saya masih pengecut apalagi saat mendengar (saat launching politikana) ada blogger yang pernah digelandang ke kantor polisi karena menulis tentangannya atas kebijakan sang penguasa dan melihat kepolisian saat ini yang sangat gampang memberikan status tersangka.

Tulisan ini adalah copas dari tulisan saya di politikana.com


Teori Konspirasi

•April 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Lihat keputusan Golkar hari ini koq otaknya saya jadi penuh konspirasi teori gini.

Teori pertama:

JK strikes back. Setelah kemungkinannya kecil untuk menjadi calon wakil presiden SBY dan adanya tekanan dari dalam partai Golkar sendiri dari beberapa kelompok lain yang ingin menjadi cawapres juga seperti terlihat saat Ruhut malah memuji-muji Akbar Tanjung secara terbuka, JK melakukan langkah yang sangat tepat ya itu menarik diri dari pembicaraan koalisi dengan Demokrat tepat sehari sebelum rapimnas Golkar dan memainkan emosi para peserta rapimnas bahwa Golkar dilecehkan oleh Partai Demokrat. Tindakan ini tentu akan melenggangkan jalan JK untuk menjadi Capres dari partai Golkar dengan sedikit resistensi karena para peserta rapimnas sudah terbakar emosinya karena merasa partainya dilecehkan dan JK sukses meredam ambisi para pesaingnya yang ingin menjadi cawapres juga.

Teori kedua:

Golkar bermain mata dengan partai Demokrat untuk memastikan bahwa Pemilu Presiden tetap berjalan dan SBY tidak menjadi calon tunggal. Dengan adanya ancaman boikot dari Blok M maka kemungkinan SBY akan menjadi calon tunggal menjadi sangat besar. Ini bisa dilihat kalo SBY akhirnya mengambil calon Wakil Presiden dari partai Golkar juga selain dari kelompok Akbar Tanjung.

ps: Jangan dianggap terlalu serius ya :D kebanyakan baca novel Thriller kayanya jadi pikirannya penuh yang kaya gini, ini tulisan dipolitikana, ada beberapa draft tulisan sih tapi mau dipublish banyak pertimbangan jadi kesannya udah lama banget ngga nulis :D

Kapan sih partai Indonesia bakal kreatif.

•Februari 22, 2009 • & Komentar

Membaca artikel di kompas.com dengan judul Facebook belum strategis untuk kampanye di Indonesia saya jadi tergelitik untuk menulis.

Sebenarnya berapa persen masyarakat yang diincar sehingga bisa disebut strategis. 10% masyarakat Indonesia yang ada di Internet menurut saya adalah pasar yang sangat strategis. Ini belum termasuk masyarakat Indonesia yang tidak berada di Indonesia ya, seperti ada 800.000 masyarakat Indonesia di Australia yang tidak pernah memperoleh informasi tentang partai-partai ini, belum lagi dinegara-negara lain. Daripada mesti berkampanye kesana tentu Internet lebih murah.

Sebab masyarakat yang mengakses internet mempunyai ciri yang berbeda, masyarakat di Internet adalah masyarakat yang boleh dibilang lebih berpendidikan, dapat menerima ide-ide baru dan bisa melakukan komunikasi 2 arah dan yang paling penting sebagian besar diantaranya sampai saat ini masih belum menentukan pilihan ataupun Golput sehingga bisa menjadi sasaran kampanye yang sangat efektif.

Jika dimanfaatkan dengan efektif dan melakukan pemasaran secara kreatif di Internet yang didukung juga dengan pemasaran secara nyata di offline maka Internet akan sangat besar pengaruhnya. Jika berhasil mempengaruhi 25% pengguna internet berarti partai itu akan mempengaruhi 2.5% masyarakat Indonesia jangan dilupakan multiplier effectnya jika setiap orang di Internet mempengaruhi 1 orang saja dilingkungannya maka ini berarti sudah 5% masyarakat Indonesia.

Berapa persen partai yang akan mampu mencapai 5% saya rasa 75% partai yang ada tidak akan memperoleh 5%.

Kembali pada judul tulisan, kenapa saya bilang partai tidak kreatif. Sebab mereka yang melakukan kampanye di Internet masih menerapkan pola-pola kampanye di media lama yang berupa satu arah dan tidak komunikatif, tidak ada terobosan-terobosan baru.

Kampanye partai-partai ini di internet masih berupa website standar yang membosankan berisi aggregator berita partainya dari tempat lain, visi dan misi, pemasangan banner-banner di situs-situs yang banyak pengunjungnya.

Sedikit kritik untuk cara kampanye yang dilakukan di internet saat ini:

1. Tidak komunikatif, hanya satu arah, paling banyak hanya menerima pesan dan tidak ada tanggapannya (yang ngga tahu juga dibaca atau ngga), ada satu calon presiden yang punya tim cukup komunikatif tapi ternyata itu tim independen karena tidak didukung partainya walau didukung calon presiden itu sendiri.

2. Websitenya tidak ada yang bisa disebut menarik, interaktif dan menyampaikan pesan yang jelas, kebanyakan hanya berisi kumpulan-kumpulan berita partai. Website partai mestinya menarik orang untuk memilih partai dan ini bisa dilakukan dengan menampilkan secara nyata ditampilan depan apa yang ditawarkan, sementara semua website partai yang saya lihat halaman depannya adalah kumpulan berita.

3. Website jarang diperbaharui dengan menampilkan ide-ide dari partai itu sendiri atau tulisan-tulisan dari para caleg. Yang harus dipentingkan sebenarnya adalah konten website itu sendiri, agar orang melihat mau memilih dan tertarik untuk memilih. Konten dapat sangat mempengaruhi orang untuk memilih.

4. Pemasangan banner-banner tampak seperti spanduk-spanduk dijalanan saja, saya yakin yang mengklik sangat sedikit, salah satu data partai yang saya tahu dari 3.000.000 penampilan hanya diklik 160.000 kali,  cukup lumayan menurut saya tapi sayangnya ketika diklik adalah tampilan web partai yang biasa dan tidak mendukung yang melihat untuk memilih. Ada juga partai yang memasang iklan dalam bentuk rolling page yang menutupi berita, bukan memancing simpati malah memancing antipati sebab menganggu.

Kalo mengutip Marshall McLuhan “Media is The Message” berkampanye dengan Internet akan memberikan pesan secara tidak langsung bahwa partai/calon presiden itu mengikuti perubahan jaman, mengikuti perubahan teknologi mau dan mampu berkomunikasi secara dua arah dengan rakyatnya. Ini adalah yang paling penting dan menjadi pioneer selalu ada bayarannya paling tidak akan mendapat liputan yang sangat luas.

Saran-saran saya untuk partai-partai manfaatkanlah media Internet ini mumpung belum ada batasan-batasannya anda bisa berkampanye sampai hari terakhir pemilihan tidak ada masa tenang di Internet, tidak ada larangan mengirim pesan ke siapa saja. Mengirim email  ke siapa pun tidak dilarang,  ketika email ini berisi suatu yang berbeda, menarik dan menyenangkan penerimanya tentu dia akan berpikir dari siapa sih nih yang mengirim email ngga kenal menjadi wah bagus nih cara pikirnya saya pilih dia deh.

Saya menunggu partai-partai melakukan kampanye kreatif misalnya dengan cara:

1. Melakukan kampanye pada satu sasaran khusus, bikin micro-micro site misalnya untuk anak muda (pemilih awal), perempuan, kalangan professional, masyarakat Indonesia di luar negeri, kalangan pengusaha dan lain-lain. Kalangan yang berbeda membutuhkan pendekatan yang berbeda.

2. Lakukan komunikasi 2 arah misalnya seminggu sekali ada tanya jawab dengan calon-calon anggota legislatif atau dengan calon presidennya secara langsung (live).

3. Lakukan komunikasi 2 arah dengan forum, atau bulletin board.

4. Video viral marketing seperti video Yes You Can (Will I Am) punya Obama. Menyampaikan pesan dengan cara yang sangat menarik.

5. Game untuk menarik minat yang diselipkan visi dan misi partai, kenapa facebook sukses karena aplikasi-aplikasinya, lihat saja berapa banyak orang yang bermain game seperti vampires atau pet society.

6. Banner-banner itu berbentuk teaser yang menggoda orang untuk mengklik dan masuk untuk melihat lebih jauh.

Itu beberapa hal yang bisa dipakai secara online, untuk mendukung kampanye online juga bisa dilakukan kampanye secara offline, seperti menyebar koran/selebaran yang berbentuk komik yang menyampaikan visi dan misi, siapa sih yang niat baca visi dan misi yang tebal-tebal itu apalagi dalam bahasa yang kaku, tapi kalo dibagikan dalam bentuk komik tentu menarik untuk membacanya.

Untuk menghemat biaya dan menjaga lingkungan yang dibagikan dalam bentuk kertas dijalanan hanya penggoda (teaser)  saja, dan dibawahnya dapat dituliskan dilanjutkan di internet. Bahkan kalo perlu yang dibagikan itu tidak ada lambang dan logo partai sehingga menarik penasaran dulu untuk masuk, ketika sudah di Internet baru dia dapat melihat informasi secara lengkap dan tidak hanya sepotong-sepotong apa sih yang ditawarkan partai dalam bentuk yang menarik dan tidak membosankan.

Masih banyak cara lain sih, tapi kalo ada partai/calon presiden yang mau tinggalin pesan aja disini. Ide kreatif itu harus dihargai dan dibayar  :)

Hasil Pemilu DPR dapat menjadi kejutan untuk semua

•Januari 6, 2009 • 1 Komentar

Ada satu sisi yang menarik dari ditetapkannya caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak. Loyalitas pemilih terhadap partai bisa hilang sama sekali.

Survei yang selama ini menanyakan pemilih partai apa yang akan dipilih melupakan satu hal, bahwa dengan adanya suaranya terbanyak belum tentu Partai yang dipilih akan menjadi pilihan saat Pemilu. Jika sosialisasi Pemilu benar dan Pemilih memilih berdasarkan orangnya secara langsung maka kesetiaan kepada Partai dapat tergantikan dengan pengenalan terhadap tokoh.

Sebagai contoh kecil saya akan memilih di daerah pemilihan Jabar I. Ketika melihat Daftar Calon untuk daerah saya, saya hanya mengenal dua nama yaitu:
1. Tengku Firmasyah dari PKB
2. Marissa Haque dari PPP

Ketika saat pemilihan dan sang pemilih harus memilih orang, lalu dia melihat calon dari partai yang dia dukung dan tidak ada yang dia kenal. Lalu melihat foto orang yang dia kenal yang berasal dari partai lain, kemungkinan besar dia akan memilih tokoh yang dia kenal itu.

Saya percaya masyarakat pada umumnya di daerah saya kemungkinan besar juga akan memilih 1 dari 2 orang tersebut karena alasan yang kenal cuma dua orang itu. Hal yang sangat bertentangan dengan hasil survei yang memeringkat PKB dan PPP di bawah tapi saya yakin 2 orang ini akan termasuk orang yang meraih suara paling banyak di daerah pemilihan Jabar I.

Iklan TV partai Demokrat dan Gerindra mungkin paling banyak saat ini dan saya akui cukup efektif untuk meningkatkan nama Partai dan akan sangat efektif dalam pemilihan Presiden nanti. Tapi apakah iklan ini cukup efektif untuk mendukung caleg dari Demokrat dan Gerindra di pemilihan DPR?

Sebagai contoh kasus pendukung PDIP masih dominan melihat unsur Mega saat memilih PDIP tapi disaat pemilihan caleg DPR untuk daerah Jabar I apakah PDIP masih yakin pendukungnya akan memilih 8 orang calon dari PDIP yang tidak mereka kenal namanya dibandingkan dengan dua orang yang saya sebut tadi. Harap diingat pendukung tradisional PDIP adalah rakyat kecil yang mempunyai cukup banyak waktu untuk menonton TV dan kita bandingkan nama-nama Tengku Firmasyah dan Marissa Haque dibanding calon-calon PDIP Setia Permana, Ketut Sustiawan, Marietta Shanti, Sudigdo Adi, Farah Diba Agustin, Herman Yoseph Soedarna, Melissa Yonathan, Narmodo Rachmani anda tebak sendiri mana yang akan mereka pilih. Ini kita bicara orang yang sudah jelas-jelas dukungannya terhadap partai.

Partai yang berakar kepada grass root seperti Partai Keadilan Sejahtera mungkin tidak mempunya masalah dengan ini, tapi tampaknya ini akan menjadi masalah besar untuk partai-partai yang hanya mengandalkan ketokohan ditingkat nasional.

Bagaimana dengan swing voter, orang yang belum menentukan pilihan kalo mereka datang ketempat pemilihan sebagian besar saya yakin akan memilih orang yang mereka kenal dan  ketahui atau istilahnya masih lebih baik milih kucing belang daripada kucing dalam karung.

Saya rasa kita akan memperoleh kejutan dari hasil pemilihan DPR nanti dan saya harap kejutan ini akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Konsep Ekonomi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pandangan saya

•Desember 21, 2008 • & Komentar

Setelah mencari-cari konsep ekonomi lain, saya menemukan Konsep Ekonomi PKS yang cukup detail berdasarkan Platform Pembangunan PKS [1]. Selain itu untuk pembahasan di sini saya mengambil sumber dari Ringkasan Eksekutif Platform Pembangunan PKS bidang perekonomian [2].

Untuk tulisan ini saya akan memaparkan dulu konsep yang ditawarkan oleh PKS secara keseluruhan baru saya memberikan pandangan saya pada akhir tulisan. Hal ini dilakukan karena konsep yang ditulis pada Platform ini cendrung memberikan solusi yang sama pada beberapa masalah sehingga untuk menghindari pengulangan komentar yang tidak perlu pandangan saya diberikan pada akhir tulisan.

Partai Keadilan Sejahteran menawarkan filosofi ekonomi egaliter. Prinsip ekonomi egaliter yang paling mendasar adalah prinsip kesetaraan atau valuasi yang sederajat antara modal dan usaha, dan antara pemilik modal dan pengusaha/buruh. Valuasi yang setara dalam bentuk distribusi resiko dan keuntungan yang sama antara pemilik modal dan pengusaha. Dengan demikian penambahan modal hanya berasal dari usaha tindakan nyata, bukan melalui tindakan spekulatif/gambling atau riba di pasar modal/uang. Dengan adanya pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang berbasis pada tindakan spekulasi dan gambling di pasar uang dan modal, maka proses ekonomi riil akan menjadi tulang punggung sistem perekonomian yang berlaku.

Untuk perekonomian PKS menawarkan langkah-langkah:

1. Pengentasan kemiskinan.
Mengingat penduduk miskin terutama adalah para petani dan nelayan yang secara umum tinggal di pedesaan, maka perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian mesti mendapat porsi yang utama. Kurangnya perhatian dan lemahnya kebijakan pada sektor pertanian merupakan paradoks, mengingat potensi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan sangat besar. Untuk itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan bersamaan dengan pelipatgandaan produktivitas sektor pertanian.

2. Pemerataan pendapatan.
PK Sejahtera berkeyakinan, bahwa pemerataan pendapatan hanya dapat diatasi,
apabila koordinasi lintas sektoral dikelola secara baik dengan membuat keterkaitan input-output antara sektor yang satu dengan yang lain dalam kerangka kerja integratif. Keterkaitan, baik ke depan maupun ke belakang dalam setiap sektor, terjadi dalam sebuah harmoni yang terintegrasi akan memunculkan kekuatan sinergi pembangunan, dan menghasilkan pemerataan pendapatan.

3.  Persaingan Globalisasi
PK Sejahtera berkeyakinan bahwa pengembangan SDM yang berkualitas dan penguasaan teknologi serta kemampuan inovasi melalui penelitian dan pengembangan adalah kunci peningkatan daya saing industri nasional. Juga diperlukan adanya perbaikan iklim investasi dan pembangunan infrastruktur dasar untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

4. Ketimpangan Sektor Rill dan Sektor Keuangan
Mengintegrasikan sektor riil dan sektor keuangan untuk meningkatkan investasi langsung, mengurangi kesejangan yang terjadi antara sektor keuangan dan sektor riil dengan cara perbaikan infrastruktur, reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi untuk mendorong masuknya investasi asing langsung yang menggerakan sektor rill.

5. Sumber Daya Alam
Meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia dan teknologi dengan tujuan melakukan produksi yang bernilai tambah tinggi dengan meminimalisir penggunaan Sumber Daya Alam.

6. Reformasi Ekonomi
Melakukan reformasi ekonomi dengan dilandasi oleh semangat mewujudkan kemandirian dan menciptakan fundamental ekonomi yang kokoh yang mengurangi ketamakan pemburu rente ekonomi.

Berdasarkan analisis permasalahan ekonomi nasional yang ada maka PKS menetapkan platform perekonomian PKS yang meliputi:

1) Mendorong penciptaan lapangan kerja yang layak bagi kemanusiaan untuk menghapuskan kemiskinan dan mendorong pemerataan pendapapatan dan kesejahteraan melalui program pemberdayaan masyarakat miskin dan sektor informal.

2) Membangun industri nasional yang tangguh dan berdaya saing tinggi, berbasis SDM berkualitas dan kemampuan inovasi teknologi yang memadai dalam rangka mencapai kemandirian bangsa.

3) Mencapai pertumbuhan ekonomi yang bernilai tambah tinggi untuk mencapai pembangunan lestari dengan berbasis pada integrasi antar sektor serta pembangunan berbasis wilayah dan potensi regional yang menjangkau masyarakat luas.

4) Membatasi tindakan spekulasi, monopoli dan kriminal ekonomi yang dilakukan oleh penguasa modal dan sumber-sumber ekonomi lain untuk menjamin terciptanya kesetaraan bagi seluruh pelaku usaha bagi terwujudnya ekonomi egaliter.

Langkah-langkah perbaikan yang diambil terdri dari langkah utama berupa:

1) Melipatgandakan produktifitas petani dan nelayan.

2) Mendongkrak daya saing sektor industri dan jasa.

3) Membangun sektor-sektor yang menjadi sumber pertumbuhan baru.

Pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendapatan adalah prioritas PKS dalam pembangunan ekonomi bangsa yang terkait erat dengan sektor pertanian.

Karena itu langkah utama platform ekonomi PKS adalah melipatgandakan produkfitas sektor pertanian, kehutanan dan kelautan dengan cara.

1) Modernisasi sektor pertanian dan kelautan serta relokasi hingga separuh penduduk tani ke sektor industri dan jasa berbasis agro melalui pemberdayaan wirausaha dan program outsourcing bottom of pyramid.

2) Mendongkrak daya saing sektor industri dan jasa yang merupakan smber utama pertumbuhan dengan titik berat koordinasi lintas wilayah untuk meningkatkan efek pengganda sektor/wilayah yang kaya sumber daya alam terhadap sektor/wilayah lain melalui upaya peningkatan nilai tambah proses ekonomi dengan mengandalkan SDM yang berkualitas dan kemampuan penguasaan teknologi yang memadai.
Skema insentif/disentif untuk merubah arus utama barang dan jasa yang tergantung pada luar negeri menuju pola rantai pemasok yang kuat di dalam negeri dengan mengoptimalkan peran pemasok komponen dan litbang/universitas dalam negeri untuk mendorong terbangunnya industri pemasok yang kuat dan litbang yang optimal. Disinsentif terutama diterapkan pada impor barang jadi dan barang setengah jadi yagn dibiayai oleh APBN atau APBD.

3) Membangun sektor-sektor yang menjadi sumber pertumbuhan baru dengan memanfaatkan potensi kekayaan alam yang belum sepenuhnya digali, serta pasar dalam negeri yang besar. Subsektor yang mempunyai potensi yang besar adalah kelautan, peternakan, perkebunan dan kehutanan, dengan potensi pengembangan pada bidang-bidang bioenergi, famasi, bioteknologi, telematika, peralatan kedokteran dan instrumentasi. Diharapkan bidang-bidang ini bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Kunci keberhasilan ketiga langkah tersebut terletak pada kebijakan pemerintah yang menjamin terjadinya koordinasi lintas sektor dan pengembangan SDM dan inovasi teknologi yang merupakan motor utama daya saing ekonomi nasional.

Sangat menarik membaca Platform Pembangunan PKS terutama pada bagian ekonomi walau pada beberapa bagian cendrung terjadi overlapping di beberapa sektor, dan yang konsep yang ditawarkan juga berintikan pada pertanian seperti yang ditawarkan Prabowonomics yang saya bahas sebelum ini.

Intinya yang saya peroleh adalah PKS ingin melakukan pengentasan kemiskinan dengan cara peningkatan Sumber Daya Manusia, penguasaan teknologi, pembangunan infrastruktur dan reformasi birokrasi. Yang menjadi perhatian saya adalah semua yang ditawarkan PKS tersebut membutuhkan waktu untuk pelaksanaannya, pembangunan SDM atau saya lebih sering menyebut dengan “Human Capital” tidak bisa dilakukan dalam sekejap mata, langkah-langkah kongkrit apa yang akan dilakukan dalam jangka pendek sambil kita membangun SDM pada jangka panjang.

Satu hal yang paling menarik dari plaform ini adalah pembangunan sektor yang menjadi sumber pertumbuhan baru yang tentu saja membutuhkan SDM dan penguasaan teknologi. Ini yang tidak saya liat ditawarkan secara jelas pada konsep ekonomi partai lain, walau masih sama-sama belum adanya action plan yang jelas, tapi PKS sudah lebih maju dalam wacananya bahwa tidak cukup dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada tapi kita harus lebih maju dari itu dan mengembangkan sumber daya alam itu menjadi modal untuk sumber pertumbuhan baru. Saya berharap siapapun yang memenangkan pemilu nanti mau mengambil konsep PKS dalam membangun sektor yang menjadi sumber pertumbuhan baru.

[1] Plaform Pembangunan PKS www.pk-sejahtera.org/v2/download/pdf/platform.pembangunan.pks.pdf

[2] Ringakasan Eksekutif Platform Pembangunan PKS http://zulkieflimansyah.com/in/ringkasan-eksekutif-platform-kebijakan-pembangunan-partai-keadilan-sejahtera.html

Gerakan Coin A Chance

•Desember 21, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Mungkin ini tidak termasuk politik tapi saya anggap penting untuk menyebarkan pesan ini.

Saya mengajak rekan-rekan bergabung di Gerakan “Coin A Chance”.

Lengkapnya silahkan klik banner berikut.

Prabowonomics menurut pandangan saya

•Desember 7, 2008 • & Komentar

Menarik membahas konsep Prabowonomics yang ditawarkan oleh Prabowo Subianto. Prabowonomics adalah konsep ekonomi kerakyatan yang ditawarkan oleh Prabowo Subianto dan Partai Gerindra.
Sayangnya konsep ini masih kurang penjabaran yang jelas dan detail. Belum ada cetak biru konsep ekonomi ini selain pernyataan bahwa konsep ini berbasis kerakyatan yang berdasar pada pertanian. Cetak biru yang jelas akan membuka perdebatan apakah konsep ekonomi ini bisa berjalan, apakah kekurangan dan kelebihan dari konsep ekonomi ini jadi bukan hanya slogan-slogan.

Satu-satunya keterangan yang menjelaskan tentang konsep Prabowonomics adalah dari Manifesto Perjuangan Gerindra di Bidang Ekonomi [1], serta hasil wawancara Prabowo dengan Warta Bisnis[2].

Disini saya akan memberi pandangan saya tentang konsep ini, baik yang pro maupun kontra, yang saya urutkan berdasarkan bidang ekonomi seperti tertulis pada Manifesto Perjuangan Gerindra.

1. Pertanian
Konsep Ekonomi Kerakyatan yang berbasis pada Ekonomi Pertanian yang ditawarkan Prabowo berdasarkan pada kenyataan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia masih tergantung pada Pertanian. Tapi seperti di tulis Jeffrey Sachs di “Tropical Underdevelopment” [3] bahwa sebagian besar negara-negara di daerah Tropis adalah negara-negara tidak berkembang. Hawa tropis yang sangat menarik untuk liburan (satu lagi bidang ekonomi yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah Pariwisata, yang sayangnya tidak dibahas dalam Prabowonomics) ternyata tidak begitu bagus untuk produksi pangan dan sangat kondusif untuk penyebaran penyakit. Jadi kita menemukan satu lagi jebakan kemiskinan di daerah tropis yaitu pertanian yang rendah produktivitasnya, hujan yang tidak dapat diprediksi dan penyakit kronis. Pada tulisan itu juga diberikan dua solusi untuk mengatasi hal itu, yaitu pemanfaatan riset teknologi yang ditujukan khusus untuk daerah tropis (riset saat ini lebih banyak ditujukan untuk negara-negara maju yang tidak cocok untuk daerah tropis) dan meningkatkan pendapatan melalui sektor diluar agraris dengan ekpor produk manufaktur (hal yang tampaknya sudah dilakukan Indonesia, walau masih banyak yang dapat diperbaiki seperti tidak hanya menjual bahan baku). Jadi yang diperlukan dari Prabowonomics adalah bagaimana pemerintah memberikan insentif agar perusahaan, lembaga riset, universitas diberikan insentif untuk mengembangkan teknologi pertanian yang cocok untuk negara tropis sehingga meningkatkan produktivitas dan bukan hanya dengan cara pembukaan lahan baru.

2. Kelautan
Satu sektor lagi yang dicanangkan akan dikembangkan pada Prabowonomics, saya setuju sektor ini adalah salah satu sektor yang sangat terpinggirkan selama ini. Adanya kementerian kelautan belum terlihat efeknya secara nyata,  ketika nelayan memilih tidak dapat melaut karena tidak sanggup membeli solar tentunya masih ada yang salah dengan sektor ini. Belum tentu karena solarnya yang jadi mahal yang salah, tapi kenapa hasil melaut itu tidak cukup untuk membeli solar. Masyarakat Indonesia sendiri masih kurang memakan hasil laut ini, hasilnya justru lebih banyak di ekspor, ini mungkin yang harus diubah.

Yang perlu diperhatikan disini adalah jangan sampai ekploitasi sektor kelautan ini tidak terencana dan pada akhirnya merusak laut kita secara total. Pemberian insentif yang tepat akan membangun keseimbangan yang baik sebagai contoh penerapan yang dilakukan komunitas nelayan Lobster di Port Lincoln Australia[4].

3. Perlindungan Dunia Usaha
Disini yang diperlukan adalah pemerintahan yang kuat, peraturan yang tegas dan hukum yang adil. Hal yang menjadi masalah utama adalah diperlukan pemerintahan yang menerapkan aturan secara adil dan efisien (kepastian hukum dapat diperoleh dalam waktu singkat tidak digantung bertahun-tahun). Diperlukan birokrasi yang tegas dan independen dalam menjalankan tugasnya (tidak ada lagi penundaan pembukaan suspend saham atas permintaan menteri, itu adalah tugas Bapepam dan hak Bapepam untuk membuka atau tidak suspend saham tersebut).
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah aturan “level playing field” antara pemilik modal besar dengan pemilik modal kecil. Contoh nyata di negara asalnya para pedagang retail besar (discount store) hanya diperbolehkan di daerah pinggiran kota, sehingga toko-toko retail tradisional tetap dapat tumbuh hidup di tengah kota. Sementara disini kita melihat toko-toko tersebut ditengah-tengah kota sehingga mematikan pedagang retail kecil dan pasar-pasar tradisional.

4. Pajak
Pajak adalah pedang bermata dua, pajak yang tepat akan sangat berguna bagi pembangunan jika penerapannya tepat, tapi juga bisa menurunkan minat investasi jika pajak yang diterapkan terlalu tinggi.
Jadi yang diperlukan adalah pajak yang rendah, mudah dihitung dan gampang dikumpulkan dibandingkan dengan peraturan pajak yang rumit, berlapis-lapis, susah dihitung dan dikumpulkan yang akhirnya menjadi sumber korupsi.

5. Hutang Luar Negeri
Pembiayaan pembangunan membutuhkan modal, disaat krisis Global saat ini maka konsumsi pemerintah melalui APBN akan menggerakan perekonomian. Kebijakan defisit disaat seperti ini adalah kebijakan yang tepat,  buat saya tidak ada yang salah dengan hutang luar negeri untuk membiayai defisit pembangunan selama penggunaannya tepat dan saratnya ringan. Disini pandangan Prabowonomics menegaskan menolak hutang baru dan mengutamakan pembiayaan dalam negeri. Suatu hal yang bagus secara politik tapi tidak ekonomis menurut saya.
Pengajuan penghapusan hutang luar negeri yang dikorup adalah kebijakan yang sangat bagus yang sampai saat ini masih membuat saya bingung kenapa hal ini tidak dilakukan oleh pemerintahan yang sekarang.
Untuk pandangan renegoisasi kontrak karya saya sangat setuju, jika kita bisa memberikan pandangan dan keuntungan buat bersama dalam jangka panjang tentu renegoisasi ini akan berjalan dengan baik. Tidak perlu memakai cara Eva Morales atau Hugo Chavez, negosiasi yang baik akan membawa kebaikan untuk kedua belah pihak.

6. Penanaman Modal Asing
Tidak ada negara yang dapat sukses tanpa perdagangan dengan negara lain saat ini. Penanaman Modal Asing ini juga harus membuka pasar barang Indonesia ke negara asing.
Salah satu contohnya adalah dengan banyaknya perusahaan rekaman musik asing di Indonesia saat ini, seharusnya selain membawa musik dari luar negeri untuk dipasarkan di Indonesia, maka mereka juga diharuskan untuk memasarkan pemusik Indonesia di luar negeri.

7. Kredit Mikro dan Deregulasi Peraturan
Muhammad Yunus dan Grameen Bank [5] sudah membuktikan bagaimana efektifnya kredit mikro dalam membangun perekonomian rakyat kecil. Indonesia dengan koperasinya bisa menerapkan ini dengan lebih efektif dan pengawasan yang lebih baik.
Hal lain yang masih perlu diperhatikan adalah deregulasi peraturan dalam melakukan usaha, pendirian sebuah PT di Indonesia masih memerlukan 6 izin dan waktu sekitar 55-72 hari dibandingkan hanya 2 izin dan waktu 2 hari di Canada (paling efisien dan cepat di dunia). Belum lagi biaya mendirikan sebuah PT sekitar Rp. 9.625.000 yang berarti sekitar 54 persen dari pendapatan per kapita orang Indonesia yang sebesar Rp. 17.900.000 (data tahun 2007) dibandingkan di Selandia Baru dimana biaya untuk mendirikan usaha hanya sekitar 0,4 persen dari pendapatan per kapita.

8. Globalisasi
Prabowonomics disini dalam kalimatnya cendrung menolak globalisasi dan perdagangan bebas, walau setelah dicermati secara mendalam yang ditolak adalah ketidakadilan perekonomian yang diterapkan negara-negara maju dalam globalisasi dan perdagangan bebas saat ini.
Buat saya yang salah bukannya globalisasi dan liberalisasi perdagangan, perdagangan akan mendukung perkembangan kekayaan[6], yang salah adalah ketidakmampuan negara-negara berkembang bernegosiasi atas aturan diterapkan negara maju yang menguntungkan negara maju tapi merugikan negara berkembang. Indonesia harus bisa memimpin negara-negara berkembang lain untuk meminta keadilan yang lebih nyata dalam aturan-aturan di WTO.
Kebijakan proteksi bagi komoditas perdagangan dalam negeri adalah kebijakan yang salah walau tujuannya mulia. Sejarah sudah membuktikan proteksi perdagangan misalnya untuk tujuan mengembangkan industri dalam negeri agar dapat bersaing dengan perusahaan asing tidak pernah berjalan, proteksi ini hanya akan membuat perusahaan dalam negeri tergantung pada pasar dalam negeri tapi tidak dapat bersaing di pasar internasional dan akan membuat perusahaan jadi tidak efisien[7], yang pada akhirnya akan menjadi beban negara atau masyarakat.
Yang diperlukan bukan proteksi tapi kebijakan pemerintah untuk memberikan insentif untuk pengembangan human capital, teknologi, infrastuktur, modal dan pembukaan pasar agar perusahaan dalam negeri dapat bersaing dengan perusahaan asing dimana pun.
Proteksi atau subsidi lebih tepat diterapkan pada hal-hal yang sangat dasar yaitu sandang, pangan dan papan serta hal yang menyangkut hidup orang banyak atau keamanan nasional bukan secara umum dilakukan pada industri komoditas dalam negeri.
Satu hal lagi dari Probowonomics yang bagus secara politik tapi tidak secara ekonomi.

9 Badan Usaha Milik Negara
Saya setuju pandangan bahwa negara harus mempunyai BUMN yang menambah pemasukan bisnis negara serta memberi pelayanan pada masyarakat. BUMN yang efektif dan efisien akan memberi kebanggan pada bangsa.
Penolakan privatisasi BUMN masih tidak jelas, apakah BUMN Indonesia yang terlalu banyak saat ini dan cendrung merugi tidak perlu diprivatisasi dan langsung ditutup saja.
Yang perlu ditolak adalah privatisasi BUMN yang menguntungkan dan strategis untuk negara, sementara BUMN sudah jelas tidak efektif dan efisien dan tidak mempunyai nilai strategis sebaiknya diprivatisasi saja.

Satu hal yang kurang saya peroleh dari Prabowonomics ini adalah bagaimana pembagian distribusi kekayaan, pada awal manifesto hanya disebutkan terjadinya kesenjangan antara yang miskin dan kaya pembangunan hanya dinikmati segelintir orang. Disebutkan koperasi adalah pemecahannya, tapi bagaimana tindakannya dalam bentuk nyata? Apakah setiap perusahaan dianjurkan menjadi koperasi? Bagaimana perusahaan yang sudah ada sekarang, tindakan apa yang dapat memastikan pemerataan pendapatan?
Sebenarnya kalo berdasarkan GINI Index distribusi pendapatan Indonesia malah masih lebih baik dibandingkan Amerika Serikat, tapi harus diakui bahwa jurang ini makin lama makin melebar kecuali pada tahun 2000 (yang mungkin disebabkan oleh krisis), jurang ini semakin melebar lagi di tahun 2002[8] dan semakin buruk pada 2005[9] (data terakhir Gini Index yang saya peroleh).

Jadi mudah-mudahan Prabowo dan Partai Gerindra bisa memberikan cetak biru dan langkah-langkah nyata tentang Prabowonomics yang bisa memancing tukar pikiran yang konstruktif untuk pengembangan ekonomi Indonesia.

Komentar dari rekan-rekan ditunggu sebab saya hanya orang awam (ekonomi bukan bidang keilmuan saya) dan menulis berdasarkan sedikit pengetahuan yang saya miliki, tapi dengan diskusi saya harap akan mengembangkan pengetahuan kita bersama.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Prabowo Subianto Blogging Competition yang diadakan Facebook Page Prabowo Subianto (http://tinyurl.com/prabowo) dimana Facebook Page Prabowo Subianto adalah tempat dimana seluruh warga negara Indonesia dapat menyatakan dukungan untuk Prabowo Subianto dan berdiskusi dengan Prabowo Subianto serta calon legislatif dari Partai Gerindra

Referensi

[1] Manifesto Gerindra bidang Ekonomi http://masfami.blogspot.com/2008/10/manifesto-perjuangan-gerindra-bidang_25.html
[2] Kata Prabowo: Saya Tetap Panglima
http://wawancaraku.blogspot.com/2006/10/kata-prabowo-saya-tetap-panglima.html
[3] Tropical Underdevelopement, Jeffrey Sachs, National Bureau of Economic Research, February 2001
[4] A Tale of Two Fisheries, John Tierney, New York Times Magazine, 27 Agustus 2000
[5] Muhammad Yunus, http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Yunus
[6] Does Trade Cause Growth?, Jeffrey A. Frankel dan David Romer, American Economic Review, vol 89, no 3 Juni 1999
[7] Growth in Africa: It can be done, Jeffrey Sachs, The Economist, 26 Juni 1996
[8] Indonesia Gini Index Historical Data, http://www.nationmaster.com/time.php?stat=eco_gin_ind-economy-gini-index&country=id-indonesia#source
[9] Indonesia Gini Index, http://www.indexmundi.com/Indonesia/distribution_of_family_income_gini_index.html

It’s The Economy, Stupid

•November 25, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Slogan “it’s the economy, stupid” yang digunakan oleh Bill Clinton ketika kampanye Presiden tahun 1992 rasanya akan sangat tepat untuk dijadikan tema kampanye politik Presiden Indonesia tahun 2009.

Masyarakat Indonesia terlalu bermimpi jika mengharapkan akan muncul tokoh baru (dan muda) yang akan membawa perubahan pada pemilihan umum 2009 seperti fenomena Barack Obama di Amerika Serikat. Sistem dan kondisi sosial politik Indonesia belum mendukung untuk munculnya perubahan seperti itu. Tokoh muda yang cukup menarik perhatian dengan mencalonkan diri menjadi Presiden Rizal Mallarangeng sudah menyatakan tidak akan melanjutkan diri dan mungkin akan bersiap untuk mengikuti pemilihan Presiden 2014. Tokoh muda lainnya Yudi Krisnadi tampaknya hanya untuk memancing agar Golkar bersiap mengajukan calon Presiden dan tidak hanya mengincar kursi Wakil Presiden.

Dengan pembatasan persyaratan perolehan dukungan 25% suara nasional atau 20% kursi di DPR dari partai pendukung untuk dapat menjadi capres, maka hampir pasti calon Presiden yang akan muncul adalah calon-calon lama, mungkin dengan sedikit harapan ada calon baru dari PKS yang jika perkembangannya konsisten seperti selama ini mungkin akan memperoleh suara yang cukup signifikan.

Sekarang kita cuma bisa mengharapkan calon-calon yang ada ini menunjukan apa langkah yang akan mereka  lakukan untuk meningkatkan ekonomi bangsa ini.

Semua saat ini memang bergantung pada ekonomi, bidang-bidang lain semuanya berhubungan dengan ekonomi, seperti yang saya sebut pada awal tulisan ini “It’s The Economy, Stupid”.

Jika kita menginginkan bangsa ini bangkit dan masyarakat bangga menjadi bangsa Indonesia maka yang pertama kali harus dibangun adalah Ekonominya. Calon-calon Presiden harus menunjukan apa yang akan dan bisa mereka lakukan dalam membangkitkan ekonomi Indonesia, dan pemilihan Presiden kita tidak lagi hanya menjadi ajang jual popularitas.

Mau demokrasi maju? lingkungan hidup terjaga? pendidikan yang baik? semuanya berawal dari ekonomi yang baik, mimpi jika kita mengatakan sebaliknya.

Jika diberikan pilihan ekonomi maju, dengan pemerintahan yang sedikit represif (misalnya Singapore) atau memiliki demokrasi bebas tapi ekonominya terbelakang saya yakin masyarakat kita masih memilih ekonomi yang maju. Harus diingat jatuhnya Soeharto diawali oleh krisis moneter bukan karena faktor politik.

Jika pilihannya antara besok makan dengan menebang hutan, atau tidak makan demi melestarikan hutan, maka pilihannya pasti makan.

Jadi kita harus kembali ke basic dulu, tingkatkan ekonomi dan lakukan distribusi pendapatan yang lebih adil. Kadang saya sedih melihat anak-anak jalanan di pinggir jalan yang meminta-minta di lampu merah dan tidak sekolah sementara di mal sebelahnya ada orang lagi beli tas seharga 15 Juta.

Saya tidak menyalahkan yang beli tas, yang salah adalah pemerintah yang tidak bisa mendistribusikan pendapatan, pajak digalakan, tapi yang masih diincar adalah masyarakat menengah yang sebenarnya masih pas-pasan. Mestinya yang pertama di kejar adalah para pengusaha super kaya yang selama ini tidak membayar pajak dengan benar. Lalu gunakan hasil pajak ini untuk membantu anak jalanan tersebut. Tapi boleh juga tuh kalo di toko-toko super mewah itu setiap pembelian harus menyertakan nomor NPWP :)

Jadi mari kita minta para calon Presiden menjabarkan langkah-langkah ekonominya, apa langkah-langkah yang akan mereka ambil, apakah langkah-langkah itu nyata dan bisa diterapkan bukan hanya mimpi dan retorika belaka. Lebih bagus lagi jika pada masa kampanye mereka sudah bisa mengatakan siapa tim ekonomi yang akan membantu mereka.

Blanket guarantee harus atau tidak

•November 21, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Well tadi pagi pas liat berita bahwa semua transaksi di Indonesia harus menggunakan rupiah, feelingnya udah ngga enak aja. Didn’t they learn anything from history itu yang ada dipikiran gua. Dulu pas pengumuman gini, rupiahnya malah anjlok.

Dan ternyata beneran rupiahnya anjok ke Rp. 13.150,00 walau untuk alasan yang lain, ini karena Bank Century yang akan diakuisisi oleh Sinar Mas untuk sementara dibatalkan dan Bank Century diambil alih LPS.

Keputusan pemerintah yang belum melakukan Blanket Guarantee juga, sementara pemerintah Singapore dan Malaysia sudah menerapkan hal ini, tampaknya menyebabkan ketakutan pasar akan sehatnya perbankan nasional dan penjaminan yang hanya mencapai 2 Milyar.

Jadi mestinya kalau pemerintah memang yakin dengan perbankan nasional, kali ini pemerintah harus reaktif dan tidak menunda keputusan Blanket Guarantee untuk memberikan rasa aman dan percaya masyarakat akan keamanan dana mereka di perbankan nasional.